Cari Blog Ini

Kamis, 30 Desember 2010

'Tak Ada Demokrasi dalam Sepakbola'


Detiksport



Untuk ke sekian kalinya, Nurdin diminta mundur karena dianggap gagal membuat timnas Indonesia berprestasi. Dan untuk ke sekian kalinya pula, pria asal Makassar itu menolak permintaan tersebut. Dalam pernyataannya seusai final leg 2 Piala AFF 2010, Rabu (29/12/2010) malam, dia mengaku tak mau mundur karena menghargai demokrasi.

Pengamat sepakbola Budiarto Shambazy mengaku heran dengan alasan yang dipakai Nurdin tersebut. Menurut Budiarto, pada dasarnya tak ada demokrasi dalam sepakbola.

"Dalam sepakbola tidak ada demokrasi. PSSI kan bukan partai politik, tapi organisasi prestasi. Jadi kalau timnas gagal berprestasi, sudah sewajarnya kalau ketua umumnya mundur," ujar Budiarto dalam perbincangan dengan detikSport, Kamis (30/12/2010) malam.

"Nurdin Halid sudah memimpin PSSI sejak 2003. Dua periode gagal mempersembahkan satu gelar pun. Kalau sudah delapan tahun tidak mampu, ya tahu diri dong. Mundur," tambahnya.

Wartawan senior ini juga menduga adanya akal-akalan Nurdin untuk memperpanjang masa jabatannya yang akan berakhir tahun 2011.

"Kongres PSSI yang sebenarnya April 2011 mungkin dimundurkan ke akhir tahun. Alasannya nanggung karena ada SEA Games bulan November," tutupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar