sports.okezone.com
KAIRO - Federasi Sepakbola
Mesir (EFA) akhirnya resmi menghentikan sementara liga di negaranya. Hal ini
terkait bentrokan besar yang terjadi pada dua klub lokal di Liga Mesir Al-Masry
dengan Al-Ahly, di Port Said, Rabu (1/2/2012).
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden yang cukup kelam di dunia sepakbola Arab itu terjadi ketika suporter Al-Masry mulai bertingkah brutal. Saat Al-Masry sukses menundukkan Al-Ahly dengan skor 3-1, para suporter pun langsung masuk ke area lapangan.
Para suporter tersebut langsung mencoba mengejar para pemain Al-Ahly. Namun, pada akhirnya mereka menghampiri pendukung tim tamu dan melemparkan batu, botol minuman, dan kembang api. Akibat kejadian tersebut, 74 orang dikabarkan tewas dan 136 orang mengalami luka-luka.
Paska kejadian tersebut, Federasi Sepakbola Mesir langsung mengeluarkan dua penyertaan penting, yaitu mengumumkan masa berkabung dan menghentikan sementara jalannya liga di negara mereka.
"Federasi Sepakbola Mesir dengan ini memutuskan untuk menghentikan liga sepakbola yang terdiri dari empat divisi dalam jangka waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini dibuat usai terjadi kerusuhan dalam pertandingan antara Al Masry dan Al-Ahly,” demikian penyataan EFA seperti dikutip Football365, Kamis (2/2/2012).
“Kejadian ini menjadi sebuah pukulan tragis di tengah dunia olahraga pada umumnya dan sepak bola pada khususnya. Oleh karena itu, federasi juga mengumumkan sepakbola Mesir akan berkabung selama tiga hari bagi korban yang meninggal di tengah pertandingan Al Masry-Ahly."
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden yang cukup kelam di dunia sepakbola Arab itu terjadi ketika suporter Al-Masry mulai bertingkah brutal. Saat Al-Masry sukses menundukkan Al-Ahly dengan skor 3-1, para suporter pun langsung masuk ke area lapangan.
Para suporter tersebut langsung mencoba mengejar para pemain Al-Ahly. Namun, pada akhirnya mereka menghampiri pendukung tim tamu dan melemparkan batu, botol minuman, dan kembang api. Akibat kejadian tersebut, 74 orang dikabarkan tewas dan 136 orang mengalami luka-luka.
Paska kejadian tersebut, Federasi Sepakbola Mesir langsung mengeluarkan dua penyertaan penting, yaitu mengumumkan masa berkabung dan menghentikan sementara jalannya liga di negara mereka.
"Federasi Sepakbola Mesir dengan ini memutuskan untuk menghentikan liga sepakbola yang terdiri dari empat divisi dalam jangka waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini dibuat usai terjadi kerusuhan dalam pertandingan antara Al Masry dan Al-Ahly,” demikian penyataan EFA seperti dikutip Football365, Kamis (2/2/2012).
“Kejadian ini menjadi sebuah pukulan tragis di tengah dunia olahraga pada umumnya dan sepak bola pada khususnya. Oleh karena itu, federasi juga mengumumkan sepakbola Mesir akan berkabung selama tiga hari bagi korban yang meninggal di tengah pertandingan Al Masry-Ahly."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar