Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Moto Gp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moto Gp. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juli 2012

All New Jupiter Z1 di Yamaha MotoGP Mempertegas Hubungan dengan R1 dan M1

detikSport

 
Jakarta - Yamaha Indonesia terus mendukung kehadiran logo dan tulisan Jupiter Z1 bersama tim Yamaha Factory Racing di MotoGP. Tulisan Jupiter Z1 di M1 Jorge Lorenzo dan Ben Spies punya arti sendiri yang menyempurnakan makna DNA balap Jupiter Z1.

Di motor M1, tulisan Jupiter dan Z1 dipisah. Pemisahan tersebut punya makna penting bagi imej dan keunggulan Yamaha sebagai yang terdepan di dunia balap motor dunia dan nasional. ”Kami sangat bangga All New Jupiter Z1 menjadi motor pertama dari Indonesia yang masuk dan menjadi motor paddock di ajang internasional MotoGP. Masuknya All New Jupiter Z1 lewat tulisan dan logo punya makna tersendiri. Dipisahkannya logo Z1 dan tulisan Jupiter di motor M1 Lorenzo dan Spies, adalah untuk menegaskan Z1 yang terinspirasi dari R1 dan M1,” jelas Indra Dwi Sunda, PR Corporate & Communication Yamaha Indonesia.

Dengan begitu Z1 makin jelas terlihat yang ditempatkan di atas tulisan Jupiter pada motor M1 tunggangan Lorenzo dan Spies. Tak heran karena chief engineer All New Jupiter Z1, R1 dan M1 adalah orang yang sama yaitu Yuichi Takeda dari Yamaha Motor Corporation (YMC). Kini publik dunia dan tentunya masyarakat Indonesia dapat menikmati kehadiran All New Jupiter Z1, bisa dilihat di motor M1, kostum balap Lorenzo dan Spies serta digunakan sebagai paddock bike tim Yamaha Factory Racing.

Kehadiran perdana All New Jupiter Z1 di MotoGP langsung ditandai dengan kemenangan Lorenzo di seri Italia, Mugello, 15 Juli lalu. Ini sangat membanggakan terutama khususnya bagi Yamaha Indonesia yang memproduksi All New Jupiter Z1. ”Desain livery MotoGP yang digunakan Lorenzo dan Spies menarik banyak kalangan, begitu pula paddock bike tim Yamaha Factory Racing. Ini adalah buah kreatifitas Yamaha yang bisa saja diikuti modifikator Asia khususnya di Indonesia,” papar Indra. Konsistensi Yamaha Indonesia mendunia di MotoGP tidak hanya dirasakan Lorenzo dan Spies, tapi juga Valentino Rossi. Legenda hidup MotoGP itu pernah sangat lekat dengan Yamaha Indonesia, selain karena menjadi pebalap tim Yamaha MotoGP tapi juga menggunakan kostum dan M1 dengan tagline Semakin di Depan. Rossi bahkan mengatakan M1 adalah motor terbaik yang pernah ditungganginya di MotoGP.

Rabu, 25 Juli 2012

Lorenzo Komentari Isu Kembalinya Rossi ke Yamaha

detikSport

Monterey - Setelah Ben Spies memutuskan meninggalkan Yamaha di akhir musim ini, isu Valentino Rossi akan jadi penggantinya makin menguat. Apa kata Jorge Lorenzo mengenai hal ini?

Masa depan Rossi di Ducati memang sudah lama jadi bahan spekulasi. Karena tak kunjung tampil impresif dengan motor Desmosedici, dia disebut-sebut akan hengkang di musim 2013 dan menuju Honda atau Yamaha.

Tapi, karena Honda sudah memilih Marc Marquez sebagai suksesor Casey Stoner, maka tinggal Yamaha saja opsi yang tersisa untuk Rossi kalau dia benar-benar pindah. Kebetulan, satu tempat akan lowong setelah Spies pergi.

"Saya mendengar sejumlah rumor dan beberapa rumor itu mengatakan Valentino akan kembali," aku Lorenzo yang dilansir situs resmi MotoGP.

Lorenzo dan Rossi pernah jadi rekan setim di Yamaha selama tiga tahun. Saat keduanya masih bersama, mereka punya hubungan yang tak terlalu harmonis. Bahkan, Rossi sempat meminta garasi tim dipisah agar data-data miliknya tak dicontek Lorenzo.

Meski demikian, Lorenzo tetap menyambut baik kemungkinan kembalinya Rossi ini. Dia cuma berharap siapa pun rekannya nanti, dia adalah pebalap yang tangguh.

"Ini bisa jadi hal yang bagus buat Yamaha. Kami menjadi pasangan yang bagus di masa lalu, namun ini belum diputuskan," tuturnya.

"Harapan saya adalah punya rival yang kompetitif di dalam tim," kata Lorenzo.

Rabu, 18 Juli 2012

Dovizioso Peringatkan Yamaha

detikSport

Jakarta - Sudah bukan rahasia lagi kalau Andrea Dovizioso menginginkan membalap untuk Yamaha di musim depan. Belum juga mendapat kepastian, Dovizioso mengeluarkan ultimatum buat pabrikan motor Jepang itu.

Dovizoso saat ini membela Tech 3, tim satelit dari Yamaha. Penampilannya pun terlihat menjanjikan dengan mencatatkan empat podium dari lima balapan terakhir.

Hasil itu membuat Dovizioso menempati peringkat empat klasemen sementara dengan koleksi 108 poin, di belakang tiga pebalap favorit juara Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa dan Casey Stoner.

"Yamaha belum memutuskan, ini mengulur waktu. Saya sudah memahami bahwa meritokrasi tidak dihitung, meskipun hasil yang cukup bagus, saya tahu bahwa mungkin saya tidak akan pernah mendapat motor pabrikan," keluh Dovizioso kepada Motosprint.

"Tapi saya punya alternatif lain dan saya juga mempertimbangkan sesuatu yang sangat berbeda."

Saat ditanya apakah dirinya membuka peluang hijrahke Superbike, Dovizioso mengiyakan. Pebalap Italia itu menegaskan dirinya hanya menginginkan motor yang bisa memberinya kans merebut gelar juara.

"Ya, itu. Tujuan saya di MotoGP adalah bekerja dengan motor yang bagus karena hanya itu kemudian saya bisa mendapatkan hasil yang belum bisa dapatkan: bertarung untuk gelar," lanjut pebalap Itaia ini.

"Jika saya tidak mendapatkannya, maka saya mungkin akan mencoba pengalaman yang berbeda," tukas pebalap Italia ini," tukas dia. Demikian diwartakan Autosport.