Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola Lain. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Oktober 2013

Ronaldinho Ingin Akhiri Karier di PSG


DetikSport

 

Jakarta - Ronaldinho kini masih menikmati kebersamaannya dengan Atletico Mineiro di Liga Brasil. Dengan usia yang kian mendekati waktu pensiun, pemain terbaik dunia 2004 dan 2005 itu ingin menyudahi karier di PSG.

Setelah meninggalkan Eropa dan kembali ke Brasil, Ronaldinho sempat memperkuat Flamengo. Namun di Atletico Mineiro lah dia bisa mereguk lagi cerita sukses setelah menjuarai Campeonato Mineiro dan Copa Libertadores.

Saat ini Ronaldinho mengaku belum memikirkan untuk pensiun. Namun dia berharap bisa mengikuti langkah David Beckham yang memperkuat Paris Saint Germain sebelum akhirnya gantung sepatu.

"Saat ini saya tidak memikirkan soal masa depan saya. Tapi setiap pemain ingin punya kesempatan menuntaskan karier di klub besar seperti PSG," sahut Ronaldinho dalam wawancara dengan Canal+ dan dikutip dari ESPNFC.

PSG merupakan klub pertama Ronaldinho saat dia memulai karier di Eropa. Dia tercatat dua musim memperkuat klub tersebut dalam selang 2001 sampai 2003.

Dua musim di PSG, Ronaldinho lantas memperkuat Barcelona dan meraih banyak sukses di sana. Dia meninggalkan Camp Nou di musim panas 2008 dan bergabung dengan AC Milan.

Senin, 07 Oktober 2013

10 Pemain PSG Tundukkan Marseille


DetikSport

 

Marseille - Paris Saint-Germain tampil sebagai pemenang Le Classique. Dijamu Olympique Marseille, PSG menang dengan skor 2-1 kendati harus mengakhiri pertandingan dengan sepuluh pemain.

Di Stade Velodrome, Senin (7/10/2013) dinihari WIB, PSG kehilangan Thiago Motta ketika laga baru berusia setengah jam. Motta dikartu merah karena melanggar Mathieu Valbuena di kotak penalti.

Hadiah tendangan 12 pas tak disia-siakan oleh kubu Marseille. Andre Ayew yang maju sebagai algojo berhasil menaklukkan kiper PSG, Salvatore Sirigu.

Beberapa saat sebelum jeda, PSG bisa menyamakan skor. Sundulan Maxwell meneruskan umpan silang Gregory Van der Wiel menggetarkan gawang Marseille yang dijaga oleh Steve Mandanda.

Memasuki menit ke-66, gantian Marseille yang terkena hukuman penalti. Penyebabnya adalah dijatuhkannya Marquinhos oleh Andre Ayew di area terlarang. Zlatan Ibrahimovic menjadi eksekutor tendangan 12 pas dan membawa PSG berbalik unggul.

Hingga laga usai, tak ada gol tambahan. Marseille 1, PSG 2.

Dengan hasil ini, PSG menempati urutan kedua klasemen sementara Ligue 1 dengan raihan 21 poin dari sembilan laga. Jumlah poin mereka sama dengan Monaco yang ada di posisi teratas, tapi Monaco punya selisih gol yang lebih baik. Marseille ada di posisi keempat dengan 17 poin.

Susunan Pemain
Marseille: Mandanda; Fanni, Nkoulou, Mendes, Mendy; Romao, Imbula (Thauvin 80'); Payet (Khelifa 70'), Valbuena, A.Ayew; J.Ayew (Gignac 67')

PSG: Sirigu; Van Der Wiel, Alex, Marquinhos, Maxwell; Verratti, Motta, Matuidi; Cavani (Lucas 81'), Ibrahimovic (Camara 76'), Lavezzi (Rabiot 37')

Selasa, 03 September 2013

Ibra: Guardiola Tak Berani Tatap Mata Saya

Okezone


Zlatan Ibrahimovic dan Pep Guardiola saat masih sama-sama di Barca (Foto: Ist) 

PARIS - Bomber Paris Saint Germain (PSG) tampaknya belum sepenuhnya bisa melupakan masa-masa sulitnya di Barcelona. Dia pun kembali menyerang Pep Guardiola, pelatih yang disebutnya telah menenggelamkan kariernya.

Karier Ibra di Barcelona memang tidak bertahan lama. Striker internasional Swedia ini hanya bertahan satu musim di Camp Nou dan kemudian hengkang ke AC Milan.

Ketidakharmonisan hubungannya dengan pelatih Barcelona saat itu, Guardiola menjadi salah satu alasan Ibra gagal bersinar di Camp Nou. Dengan lantang, Ibra menyebut Guardiola tidak pernah mempercayainya.

“Sejak hari pertama saya di Barcelona, saya diberitahu Guardiola bahwa para pemain Barca tidak menggunakan mobil yang cepat, hal itu membuat mereka rendah hati,” ujar Ibrahimovic sebagaimana dikutip The Times.

“Dia ingin saya berpikir bahwa saya hanyalah pemain biasa, tapi saya Zlatan: Saya suka menjadi beda dan apa adanya. Guardiola tidak bisa menerima itu,” sambungnya.

“Setiap kali saya datang ke kantin, dia keluar. Ketika berpapasan di koridor, dia selalu menunduk. Dia bukan laki-laki. Dia bisa jadi pelatih terbaik dunia, tapi saya tidak peduli. Pernah satu waktu, emosi saya meledak di ruang ganti. Tapi, setelah itu dia sama sekali tidak berbicara pada saya,” pungkasnya.

Kini, baik Ibra dan Guardiola sudah tidak lagi bersama. Ibra kini bermain untuk Paris Saint Germain di Prancis, sementara Guardiola berkarier di Jerman dengan menukangi Bayern Munich.