sports.okezone.com
KAIRO – Otoritas pemerintah Mesir
mengumumkan hari berkabung nasional selama tiga hari menyusul tragedi berdarah
yang menewaskan 74 orang di Stadion Port Said.
“Kepala Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) telah mengumumkan tiga hari berkabung nasional dimulai dari hari Kamis hingga Sabtu,” demikian pernyataan dari SCAF, Kamis (2/2/2012), seperti dilansir dari media Rusia, Ria Novosti.
Ribuan suporter Al Masry berlari ke dalam stadion Port Said yang berkapasitas 18 ribu penonton tetapi dipadati hingga 40 ribu orang setelah tim tuan rumah Al Masry mengalahkan Al Ahly 3-1 pada lanjutan Liga Premier Mesir Rabu (1/2/2012) malam waktu setempat.
Anehnya sekalipun tim yang didukungnya memenangkan pertandingan, para fans Al Masry yang berasal dari Kota Port Said tetap menyerbu masuk ke dalam lapangan untuk menyerang fans tim tamu yang berasal dari ibukota Kairo. Tak diketahui alasan mereka masuk ke dalam stadion dan melakukan penyerangan.
Awalnya, suporter Al Masry menyerang para pendukung Al Ahly tapi kemudian mereka juga menyerang para pemain dan staf pelatih dari Al Ahly. Penyerangan ini lantas memicu chaos di dalam stadion hingga menewaskan 74 orang dan melukai ribuan orang lainnya.
Tragedi di Port Said ini merupakan kekerasan paling mematikan dalam 15 tahun terakhir di sepakbola dunia setelah tragedi di Guatemala pada 1996 silam yang menewaskan hingga 80 orang dan melukai 180 orang lainnya dalam laga kualifikasi Piala Dunia antara Guatemala melawan Kosta Rika.
“Kepala Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) telah mengumumkan tiga hari berkabung nasional dimulai dari hari Kamis hingga Sabtu,” demikian pernyataan dari SCAF, Kamis (2/2/2012), seperti dilansir dari media Rusia, Ria Novosti.
Ribuan suporter Al Masry berlari ke dalam stadion Port Said yang berkapasitas 18 ribu penonton tetapi dipadati hingga 40 ribu orang setelah tim tuan rumah Al Masry mengalahkan Al Ahly 3-1 pada lanjutan Liga Premier Mesir Rabu (1/2/2012) malam waktu setempat.
Anehnya sekalipun tim yang didukungnya memenangkan pertandingan, para fans Al Masry yang berasal dari Kota Port Said tetap menyerbu masuk ke dalam lapangan untuk menyerang fans tim tamu yang berasal dari ibukota Kairo. Tak diketahui alasan mereka masuk ke dalam stadion dan melakukan penyerangan.
Awalnya, suporter Al Masry menyerang para pendukung Al Ahly tapi kemudian mereka juga menyerang para pemain dan staf pelatih dari Al Ahly. Penyerangan ini lantas memicu chaos di dalam stadion hingga menewaskan 74 orang dan melukai ribuan orang lainnya.
Tragedi di Port Said ini merupakan kekerasan paling mematikan dalam 15 tahun terakhir di sepakbola dunia setelah tragedi di Guatemala pada 1996 silam yang menewaskan hingga 80 orang dan melukai 180 orang lainnya dalam laga kualifikasi Piala Dunia antara Guatemala melawan Kosta Rika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar