sports.okezone.com
ZURICH – Presiden FIFA Sepp
Blatter mengaku teramat terkejut usai mengetahui jumlah korban yang tewas dalam
kerusuhan di laga Al Masry melawan Al Ahly mencapai 74 orang. Blatter
menyatakan hari Rabu (1/2/2012) kemarin sebagai hari hitam bagi sepakbola.
Ribuan suporter Al Masry menyerbu masuk ke dalam lapangan setelah timnya menang 3-1 atas Al-Ahly pada lanjutan Liga Premier Mesir di Stadion Port Said pada Rabu malam waktu setempat. Penyerbuan ini memicu chaos dalam stadion berkapasitas 18 ribu penonton tapi dipadati hingga 40 ribu orang dalam laga itu.Akibatnya, setidaknya 74 orang tewas dan ribuan orang lainnya mengalami luka-luka.
“Saya sangat shock dan sedih setelah mengetahui pada malam ini jumlah besar pendukung sepakbola telah tewas atau cedera menyusul laga di Port Said, Mesir,” kata Blatter seperti dilansir dari situs resmi FIFA, Kamis (2/2/2012).
“Ini merupakan hari hitam bagi sepakbola. Sungguh sebuah situasi katastropik (bencana besar) yang tidak terbayangkan dan tidak seharusnya terjadi,” sedih Blatter.
Presiden federasi sepakbola Mesir Samir Zaher telah mengumumkan bahwa Liga Premier Mesir ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Duka mendalam pun dirasakan seluruh publik sepakbola Afrika. Presiden konfederasi sepakbola Afrika (CAF) Issa Hayatou telah mengirimkan pesan duka kepada federasi sepakbola Mesir.
“Sepakbola Afrika tengah berduka,” ujar Hayatou.
Laga terakhir penyisihan grup dan perempat final Piala Afrika 2012 di Gabon dan Guinea Ekuatorial juga akan dilakukan mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang para korban.
Ribuan suporter Al Masry menyerbu masuk ke dalam lapangan setelah timnya menang 3-1 atas Al-Ahly pada lanjutan Liga Premier Mesir di Stadion Port Said pada Rabu malam waktu setempat. Penyerbuan ini memicu chaos dalam stadion berkapasitas 18 ribu penonton tapi dipadati hingga 40 ribu orang dalam laga itu.Akibatnya, setidaknya 74 orang tewas dan ribuan orang lainnya mengalami luka-luka.
“Saya sangat shock dan sedih setelah mengetahui pada malam ini jumlah besar pendukung sepakbola telah tewas atau cedera menyusul laga di Port Said, Mesir,” kata Blatter seperti dilansir dari situs resmi FIFA, Kamis (2/2/2012).
“Ini merupakan hari hitam bagi sepakbola. Sungguh sebuah situasi katastropik (bencana besar) yang tidak terbayangkan dan tidak seharusnya terjadi,” sedih Blatter.
Presiden federasi sepakbola Mesir Samir Zaher telah mengumumkan bahwa Liga Premier Mesir ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Duka mendalam pun dirasakan seluruh publik sepakbola Afrika. Presiden konfederasi sepakbola Afrika (CAF) Issa Hayatou telah mengirimkan pesan duka kepada federasi sepakbola Mesir.
“Sepakbola Afrika tengah berduka,” ujar Hayatou.
Laga terakhir penyisihan grup dan perempat final Piala Afrika 2012 di Gabon dan Guinea Ekuatorial juga akan dilakukan mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang para korban.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar