Mathias Ibo: Garuda Tetap di Dadaku!
Koran SI
BANDUNG – Meski telah bergabung dengan Persema Malang, namun fisioterapis Mathias Ibo mengaku tidak menyesal dan tetap mendukung Timnas Indonesia.
Fisioterapis Timnas Indonesia pada ajang Piala AFF 2010 lalu, Ibo kembali ke Stadion Siliwangi, Jumat (4/2). Kedatangannya kali ini bukan sebagai asisten pelatih timnas Alfred Riedl. Ibo, begitu dia akrab disapa memilih bergabung bersama Persema yang kini menjadi salah satu peserta Liga Primer Indonesia (LPI).
Ibo mengaku tidak menyesal menentukan pilihannya bersama Persema. Tahun lalu dia datang ke Siliwangi dikala tim Garuda menghadapi Maladewa yang berakhir dengan skor 3-0 untuk timnas.
Fisioterapis yang biasa dipanggil Bule ini menyatakan pilihan bergabung ke Persema merupakan keinginan pribadinya untuk merasakan atmosfir liga profesional. “Saya sempat ditawari tiga klub LPI. Namun, Persema saya pilih karena orang-orang disini dekat pada saya. Termasuk pelatih Timo,” ujar Ibo saat berbincang-bincang dengan di sela-sela persiapan Persema menghadapi Bandung FC akhir pekan ini.
Pelatih Timo, kata dia, yang membuat keputusannya untuk berkarir di Persema. “Ya, dia memiliki kedekatan dengan saya. Tapi, saya pikir ini adalah liga yang profesional dan kredibel. Tantangan bagi saya berada disini untuk memajukan sepakbola nasional,” kata Ibo.
Menurutnya, meninggalkan timnas adalah keputusan yang cukup berat mengingat pada ajang AFF timnas hanya kalah di final. “Bisa sampai ke puncak itu adalah pengalaman luar biasa. Diluar isu yang berhembus miring soal timnas saya tidak mau jawab. Tapi, bekerja bersama Riedl sudah baik,” akunya.
Lelaki kelahiran Malang ini segera memulai pekerjaannya sebagai fisioterapis Persema saat menghadapi Bandung FC, Sabtu (5/2). “Tidak ada bedanya saat di timnas atau di Persema. Saya tetap sebagai fisioterapis. Kompetisi ini lebih menjanjikan, sehingga saya ingin memajukan sepakbola nasional,” jelasnya.
Soal apakah dirinya akan kembali bekerja untuk timnas, Ibo mengakui hal itu tetap akan terjaga. “Saya keluar dengan baik-baik. Garuda tetap di dadaku,” pungkasnya sambil memeragakan tangan di dada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar