Alasan Lain Torres Tinggalkan Liverpool
sports.okezone.com
Foto: Fernando Torres sepakat pindah ke Chelsea demi berlaga di Liga Champions (The Telegraph)
LIVERPOOL – Terkuak fakta lain dibalik hengkangnya Fernando Torres dari Anfield di bursa transfer musim dingin ini. Striker internasional Spanyol memendam ambisi mengukir prestasi di pentas di Liga Champions.
Dalam autobiografinya yang dirilis pada 2009 lalu, seperti dilansir Daily Mail, Selasa (1/2/2011), kepergian Torres dari Ateltico Madrid pada 2007 dilandasi fakta bahwa Torres selalu saja gagal mengantarkan Atletico menembus fase grup Liga Champions.
Melihat Liverpool berjaya di final melawan AC Milan pada 2005, timbul niat Torres untuk berekspansi ke Merseyside, dengan harapan misinya di Eropa bisa terwujud. Sayang, bersama The Reds nasib baik belum memihak Torres. Selama empat musim membela panji Liverpool, Torres paceklik gelar.
Pemain yang didatangkan The Reds dari Atletico nampaknya sudah lelah dengan berbagai kegagalan Liverpool menembus babak penyisihan grup Liga Champions, lantaran The Reds selalu mengakhiri musim kompetisi Premier League di luar posisi empat besar selama dua musim beruntun.
Berkaca dari situasi tersebut, tidak ada pilihan lain bagi Torres meninggalkan Liverpool untuk memenuhi ambisinya menyudahi peceklik prestasi. Ia pun sepakat menerima pinangan Chelsea demi menyelamatkan karier dan eksistensinya di kancah Eropa.
“Salah satu alasan saya meninggalkan Atletico adalah, mendapatkan kesempatan untuk bermain di Liga Champions. Itu kunci utama saya memilih pergi dari Madrid,” tulis pemain berjuluk El-Nino ini.
Torres berprinsip, gagal bermain di Liga Champions membuat seorang pemain tidak bisa menunjukkan kapasitas dan kredibilitasny bersama sebuah klub. Berbekal pendirian itu, Torres akhirnya memperkuat Liverpool pada 2007 silam dengan banderol sebesar 20,2 juta pound.
Sayang, harapan Torres tidak berjalan sesuai rencana. Pemain kelahiran Fuenlabrada, 26 tahun silam, ini harus meratapi keinginannya merengkuh trofi Liga Champions yang belum kesampaian bersama Liverpool hingga kini. Pencarian jati dirinya menjadi pemain top di level Eropa sirna begitu saja, mengetahui dirinya tidak bisa membantu Liverpool berjaya kompetisi nomor wahid ini.
Masih dalam autobiografinya, terus terang Torres menulis. “Jika Anda tidak bermain di Liga Champions, Anda seolah tidak eksis. Tidak peduli apa yang Anda lakukan di liga domestik, bukan masalah tanpa Liga Champions. Ini kompetisi terbesar yang pernah ada dan semua pemain ingin membuktikan diri. di sana.”
“Bila Anda tidak bisa bermain di sana, Anda tidak bisa memperlihatkan seberapa baik diri Anda. Jika Anda bertarung di Liga Champions, status Anda (sebagai pemain) meningkat pesat,” demikian pendirian Torres yang akhirnya menggiring dirinya angkat kaki dari Liverpool untuk memenuhi ambisi pribadinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar