sports.okezone.com
MADRID - Momen spesial dirasakan pelatih Barcelona Josep
Guardiola saat memimpin timnya menyambangi markas Real Madrid pada leg pertama
perempatfinal Copa del Rey, dini hari tadi. Pasalnya, laga tersebut bertepatan
dengan hari ulang tahunnya.Ya, tepat pada Rabu (18/1/2012) malam waktu setempat, Guardiola menandai hari lahirnya yang ke-41. Momen spesialnya ini pun semakin lengkap setelah Barca sukses menundukkan seteru abadinya tersebut dengan kemenangan tipis 2-1.
Kemenangan ini jelas memudahkan langkah Barca untuk melaju ke babak semifinal, karena pada leg kedua, pekan depan, akan bertindak sebagai tuan rumah. Untuk lolos, Barca hanya membutuhkan hasl imbang di Camp Nou.
Kembali ke Guardiola, kemenangan di laga El Clasico saat merayakan ulang tahun membuat Guardiola menjadi pelatih kedua yang mampu melakukannya. Menurut kutipan Offside Barcelona, Kamis (19/1/2012), Bernd Schuster menjadi pelatih pertama yang meraih kemenangan pada laga El Clasico di hari ulang tahunnya.
Prestasi itu ditorehkan Schuster saat merayakan ulang tahunnya yang ke-48 tahun, 23 Desember 2007. Kala itu, Schuster mampu mengantarkan Madrid meraih kemenangan 1-0 lewat gol tunggal Julio Baptista.
Bagi Guardiola kemenangan 2-1 yang kali ini dipetik Barca merupakan kemenangan ke-9 dari 14 bentok. Hebatnya, Guardiola hanya sekali menelan kekalahan, yakni pada final Copa del Rey musim lalu.
Perjalanan karier pria pemilik nama lengkap Josep Guardiola i Sala diawali ketika dirinya bermain di klub Gimnastic de Manresa dan kemudian hijrah ke Barca pada 1984. Di klub inilah nama Guardiola mulai menanjak. Dia termasuk salah satu pemain kunci di skuad ‘dream team’ yang dimiliki Barca pada era 90-an, dengan nomor punggung ‘4’ yang identik dengannya.
Puas menyabet 6 trofi Liga, 2 Copa del Rey dan 4 Piala Super Spanyol serta dua trofi Piala Super Eropa dan Liga Champions (1992) bersama Barca, Guardiola melanjutkan petualangannya dengan memperkuat Brescia, AS Roma, Al Ahli (Qatar) dan menutup karier di klub Meksiko, Dorados pada 2006.
Pada 2007, dia kembali ke Catalan untuk menukangi klub Barcelona B. Setahun membesut skuad La Masia, Guardiola dipromosikan menggantikan Frank Rijkaard untuk membesut tim senior pada 2008.
Keputusan manajemen Barca yang bisa dikatakan berjudi (karena Guardiola belum punya pengalaman), ternyata jitu. Pelatih kelahiran Santpedor ini sukses menunjukkan tajinya sebagai pelatih jempolan.
Total, selama tiga tahun membesut Barca, Guardiola sukses menghadirkan 13 trofi juara serta menyandang predikat pelatih terbaik dunia 2011. Torehan ini pun membuatnya jadi pelatih tersukses dalam sejarah Barca, melewati catatan pelatih Barca terdahulu, Johan Cruyff yang menyumbang 12 trofi juara.
Kini, di usianya yang baru menginjak 41 tahun-cukup muda untuk seorang pelatih-, Guardiola diprediksi masih berpeluang meraih banyak gelar. Apalagi, saat ini skuad Barca dihuni para pemain terbaik dunia. Selamat Ulang Tahun, Guardiola!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar