London - Kenny Dalglish
berkomentar soal kesuksesan Spanyol menjuarai Piala Eropa 2012. Eks manajer
Liverpool ini bicara soal gaya main La
Furia Roja sekarang, sampai perbandingan dengan tim-tim hebat di
masa lalu.
Spanyol sukses memenangi Piala Eropa usai mengalahkan Italia di final. Ini adalah gelar ketiga mereka di Benua Biru, setelah sebelumnya pada tahun 1964 dan 2008.
Selain itu, Spanyol juga sukses menorehkan catatan emas dengan menjuarai tiga turnamen besar secara berturut-turut. Di Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010, tim 'Matador' juga mengangkat trofi.
"Saya menjagokan mereka untuk juara sebelum turnamen dimulai dan mereka tak mengecewakan saya. Kadang-kadang mereka juga membuat saya terpesona," aku Dalglish dalam kolomnya di Mirror.
"Hal terbaik yang bisa diharapkan sebuah tim adalah mengatakan tanpa keraguan bahwa mereka adalah tim terbaik di eranya dan Spanyol sudah mencapai itu. Mereka memenangi tiga turnamen besar berturut-turut dan mereka melakukannya dengan memainkan umpan-umpan yang luar biasa yang atraktif," paparnya.
Dalglish juga membandingkan tim Spanyol sekarang dengan tim Brasil di Piala Dunia 1970 dan Piala Dunia 1982. Menurutnya, ada kemiripan di antara tim-tim ini.
"Saya tak tahu apakah mereka (Spanyol) adalah tim terbaik yang pernah ada. Tak ada yang bisa benar-benar bilang apakah mereka lebih baik daripada dua tim Brasil itu," katanya.
"Nama-nama seperti (Andres) Iniesta, Xavi, David Silva, dan Fernando Torres akan dihormati dalam waktu-waktu mendatang dengan cara yang sama seperti Pele, Rivelino, Socrates, dan Zico. Jika Anda harus menonton tim-tim hebat ini bermain setiap pekan, Anda tak akan kecewa," ujar pria asal Skotlandia ini.
Lebih lanjut lagi, Dalglish mengomentari strategi Spanyol yang memainkan formasi tanpa striker di Piala Eropa 2012. Menurutnya, Spanyol akan tetap lebih oke kalau memasang striker murni di depan.
"Saya tak yakin apakah sistem yang dipakai Spanyol di turnamen ini, memainkan enam orang di lini tengah, akan jadi populer," tutur Dalglish.
"Akan menarik dilihat apa yang akan terjadi jika kedua tim di dalam pertandingan menurunkan enam orang di lini tengah. Mungkin akan penuh sesak," lanjutnya.
"Semua orang bicara soal false nine-nya Spanyol, namun saya sebenarnya berpikir mereka terlihat lebih baik saat memasang seorang penyerang sungguhan di lapangan," pungkas dia.
Spanyol sukses memenangi Piala Eropa usai mengalahkan Italia di final. Ini adalah gelar ketiga mereka di Benua Biru, setelah sebelumnya pada tahun 1964 dan 2008.
Selain itu, Spanyol juga sukses menorehkan catatan emas dengan menjuarai tiga turnamen besar secara berturut-turut. Di Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010, tim 'Matador' juga mengangkat trofi.
"Saya menjagokan mereka untuk juara sebelum turnamen dimulai dan mereka tak mengecewakan saya. Kadang-kadang mereka juga membuat saya terpesona," aku Dalglish dalam kolomnya di Mirror.
"Hal terbaik yang bisa diharapkan sebuah tim adalah mengatakan tanpa keraguan bahwa mereka adalah tim terbaik di eranya dan Spanyol sudah mencapai itu. Mereka memenangi tiga turnamen besar berturut-turut dan mereka melakukannya dengan memainkan umpan-umpan yang luar biasa yang atraktif," paparnya.
Dalglish juga membandingkan tim Spanyol sekarang dengan tim Brasil di Piala Dunia 1970 dan Piala Dunia 1982. Menurutnya, ada kemiripan di antara tim-tim ini.
"Saya tak tahu apakah mereka (Spanyol) adalah tim terbaik yang pernah ada. Tak ada yang bisa benar-benar bilang apakah mereka lebih baik daripada dua tim Brasil itu," katanya.
"Nama-nama seperti (Andres) Iniesta, Xavi, David Silva, dan Fernando Torres akan dihormati dalam waktu-waktu mendatang dengan cara yang sama seperti Pele, Rivelino, Socrates, dan Zico. Jika Anda harus menonton tim-tim hebat ini bermain setiap pekan, Anda tak akan kecewa," ujar pria asal Skotlandia ini.
Lebih lanjut lagi, Dalglish mengomentari strategi Spanyol yang memainkan formasi tanpa striker di Piala Eropa 2012. Menurutnya, Spanyol akan tetap lebih oke kalau memasang striker murni di depan.
"Saya tak yakin apakah sistem yang dipakai Spanyol di turnamen ini, memainkan enam orang di lini tengah, akan jadi populer," tutur Dalglish.
"Akan menarik dilihat apa yang akan terjadi jika kedua tim di dalam pertandingan menurunkan enam orang di lini tengah. Mungkin akan penuh sesak," lanjutnya.
"Semua orang bicara soal false nine-nya Spanyol, namun saya sebenarnya berpikir mereka terlihat lebih baik saat memasang seorang penyerang sungguhan di lapangan," pungkas dia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar