sports.okezone.com
CAGLIARI – Diantara pilar-pilar Cagliari, terselip satu nama yang asing bagi telinga orang Eropa, Radja Nainggolan. Ya, dari namanya saja kita sudah tahu bahwa itu nama marga orang Sumatera Utara.
Namun siapa nyana, ia bukan pemain berkewarga negaraan Indonesia. Melainkan Belgia. Ia lahir di Antwerp 23 tahun silam dari rahim seorang Belgia, namun ayahnya orang Indonesia.
Kini ia merumput di Italia bersama Cagliari sejak musim panas lalu. Ia diboyong dari Piacenza setelah Roberto Donadoni melihatnya sebagai sosok yang potensial. Meskipun bermain untuk tim papan bawah, Radja sudah sangat senang, karena memang mimpinya sejak kecil untuk menjajal Italia dengan tim manapun, bertarung dengan bintang-bintang dunia yang bertaburan di Seria-A.
Kini kabarnya ia dilirik Duo Milan dan Napoli, serta raksasa Spanyol, Real Madrid. Namun nampaknya, pemuda keturunan Batak ini masih betah di Sant’Elia, karena disinilah ia mencicipi Serie-A.
Radja yang tinggal bersama ibunya sejak kecil di Antwerp. Sementara ayahnya memilih tinggal di Bali bersama kedua saudara kembarnya. Radja sedah mengenal Sepakbola sejak balita. Ia pindah bersama ibunya ke Germinal Beerschot di usia 10 tahun. Di Beerschot inilai Radja mengenyam pendidikan sepak bola dini
“Semasa kecil, saya sangan senang bermain sepakbola, bahkan ketika baru berumur lima tahun saya sudah ikut kesebelasan kota kelahiran saya. Saat umur 10 saya pindah ke Beerschot dan mulai mendalami sepakbola pada masa remajaku,” tuturnya seperti dalam kutipan Tribalfootball, Senin (16/5/2011).
“Akhirnya, ketika saya berumur 16 tahun, agen memberitahu saya bahwa sebuah klub Italia tertarik pada saya, langsung saya terima dan pindah ke Piacenza,” lanjutnya.
“Mimpi saya jadi kenyataan: bermain di Italia. Pada awalnya, memang tak mudah, masih berusia 16 tahun tanpa kenal siapa-siapa di negeri orang, namun determinasi dan kesungguhan saya membantu mengatasi kesulitan-kesulitan yang saya hadapi.
Itulah awal karir saya di Italia,” tandas pemain bepostur 1,75 meter tersebut.
Pujian pun mengalir bagi Radja, mantan pelatih Cagliari, Pierpaolo Bisoli bahkan mengaku menjadi fans berat Radja.
“Dia merupakan pemain hebat. Punya kekuatan dan teknik yang baik. Dia bisa saja menjadi pemain pemain penting bagi Napoli, atau bahkan AC Milan,” tutur Bisoli.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar