Cari Blog Ini

Senin, 02 Mei 2011

Jelang Barcelona vs Real Madrid (UCL Semifinal Leg 2)


Hiddink Sarankan Mou Minta Maaf ke Barcelona

sports.okezone.com
ISTANBUL - Pelatih timnas Turki Guus Hiddink nampaknya tidak suka namanya diseret-seret Jose Mourinho dalam perangnya dengan Barcelona. Pelatih berkebangsaan Belanda ini pun menyarankan Mou agar meminta maaf kepada Barcelona.


Mou sempat melancarkan kritik pedas terhadap kinerja wasit usai tim asuhannya Real Madrid ditekuk Barcelona pada leg pertama semifinal Liga Champions, tengah pekan lalu. Mou yang pada laga tersebut juga di usir dari bench, menuding Wolfgang Stark telah memberikan kemenangan kepada Barca dengan memberikan Pepe kartu merah.

Lebih jauh, pelatih berkebangsaan Portugal ini juga menuding UEFA telah terlibat konspirasi untuk membantu Barca menyingkirkan Madrid. Atas tudingannya tersebut, Mou kini tengah diselidiki Komisi Disiplin (Komdis) UEFA dan terancam sanksi.

Selain mengomentari kinerja wasit dan menuding adanya konspirasi, Mou juga mengungkit kenangan masa lalu, khususnya menyebut keberhasilan Barca menjuarai Liga Champions musim 2008/2009 tidak sah. Dia menilai, Barca juga diuntungkan wasit saat menyingkirkan Chelsea di babak semifinal. Saat itu, wasit yang memimpin laga adalah Tom Henning Ovrebo.

Namun, tudingan Mou terkait keabsahan Barca menggenggam gelar juara dua tahun lalu, mendapat reaksi keras dari Hiddink yang pada kejadian tersebut berstatus sebagai pelatih sementara Chelsea. Hiddink mengaku tidak suka namanya di bawa-bawa dalam permasalahan yang tengah dihadapi Mourinho.

“Mourinho sudah terlalu jauh,” ujar Hiddink kepada
Daily Mirror, Senin (2/5/2011). “Dengan semua komentar kritis, ia ingin mengalihkan perhatian dari cara dia membuat timnya bermain,” sambungnya.

“Sebelum saya tahu hal ini, dia (Mourinho) telah melibatkan saya di dalamnya. Jose membandingkan laga Madrid-Barca dengan Chelsea-Barca di semifinal 2009, di mana saat itu saya adalah pelatih di Stamford Bridge. Kami juga gagal melaju ke final, saat itu,” tambahnya.

“Namun, perbedaan terbesarnya, kami tidak mengeluhkan soal adanya konspirasi. Untuk masalah ini, saya tidak setuju dengan Mourinho. Memang, benar saat itu Chelsea cukup dirugikan, terutama dengan handball (Abidal) dan penolakan penalti di masa injury time. Tapi, semua itu saya percaya murni karena kesalahan wasit (bukan konspirasi),” tandas pelatih yang sempat membesut timnas , Korea Selatan, Rusia dan Australia ini.

“Beberapa hari berselang, setelah emosi kami mereda, kami menyadari bahwa peluang kami ke final telah dirampok. Tapi, tidak ada satu pun di Chelsea mengklaim adanya konspirasi. Anda tidak boleh berbicara seperti itu. Dugaan tersebut bahkan tidak pernah ada dalam pikiran saya,” pungkasnya.

“Tapi, Mourinho melakukannya, jadi dia sudah kelewat batas. Saya kira, jika dia kembali melihat tayangan ulang di video, sudah sepantasnya dia meminta maaf. Tapi, jika ia tidak melakukan itu, ia sengaja mencoba mengubah kebenaran demi dirinya sendiri,” tutup pelatih yang diisukan tengah dibujuk pemilik Chelsea untuk kembali menukangi John Terry dkk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar