Cari Blog Ini

Senin, 13 Desember 2010

Wasit Iran dan Kamboja Pimpin Laga Merah Putih


SINDO -

Timnas Indonesia saat membantai Laos 6-0.(foto:SINDO)
JAKARTA – Wasit asal Iran Masoud Moradi Hanasalo dan Virak Khoun dari Kamboja menjadi kandidat kuat memimpin laga semifinal leg pertama Piala AFF 2010.
 
Daftar perangkat pertandingan yang dikeluarkan Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) kemarin, kedua pengadil itu akan memimpin pertandingan yang mempertemukan Indonesia kontra Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (16/12) malam. Moradi merupakan wasit berlisensi FIFA berusia 45 tahun. Pengadil yang malang melintang di Iran Pro League sejak 1998 itu dikenal ketegasannya dalam memimpin laga.
 
Moradi juga pernah dipercaya memimpin pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2007 dan Olimpiade Beijing 2008. Menurut Antara, dua asisten wasit yang akan bertugas adalah Aung Moe asal Myanmar dan Kuong Ly (Kamboja). Sementara referee assessor ditunjuk Mohd Rodzali Yacob dari Malaysia. Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes menyatakan tidak ada masalah jika wasit tersebut memimpin leg pertama Merah Putih kontra Filipina.
 
Pertemuan pertama ini Filipina menjadi tuan rumah, meski bertarung di SUGBK. “Awalnya, yang saya ketahui kandidat wasit yang akan memimpin pertandingan berasal dari Iran dan Bahrain, bukan dari Kamboja. Tapi, itu tidak masalah jika AFF sudah mengeluarkan daftar perangkat. Kita harus patuhi itu,” katanya kepada HATTRICK. AFF juga mengeluarkan perangkat pertandingan lainnya.
 
Koordinator Turnamen terpilih Toh Sen Nee dari Malaysia, sedangkan Dato Yap Nyim Keong, juga dari Malaysia, menjadi Match Commissioner, menggantikan U Tin Aung asal Myanmar, yang kini menjadi General Coordinator (GC) menggantikan Jeysing Muthiah (Malaysia). Salah satu Wakil Presiden AFF HE Ravy Khek asal Kamboja menjadi Head of Delegation atau pimpinan delegasi dari AFF.
 
Sementara kapten tim nasional Merah Putih Firman Utina menyatakan tidak terpengaruh dengan keputusan AFF soal wasit. Bagi timnas, siapa pun yang ditunjuk menjadi pengadil akan diterima dengan baik, dengan catatan sang pengadil mampu bekerja dengan, adil, fair, dan tidak berat sebelah.
 
“Kita harus berpikir positif. Jika AFF telah menunjuk wasit yang kapabel, kami harus menerimanya. Tugas pemain bertarung habishabisan untuk mendapatkan kemenangan. Kami tidak takut kepada siapa pun yang akan memimpin pertandingan,” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar