LCA, Arema Kebagian 'Neraka'
MALANG - Di tengah krisis finansial yang melanda, Arema FC harus menelan pil pahit dalam drawing Liga Champion Asia (LCA). Dalam drawing yang digelar di Kuala Lumpur, Selasa (7/12/2010), Singo Edan terpaksa harus melakukan perjalanan jauh.
Sebab tim arahan Miroslav Janu berada satu grup dengan klub di luar Asia Tenggara. Klub tersebut adalah Gamba Osaka (Jepang), Shandong Luneng (China), Jeonbuk Motors (Korea), yang menumpuk bersama Singo Edan di Grup G.
Dengan jauhnya jarak yang bakal ditempuh, praktis tim kesayangan Aremania harus menyiapkan bekal lebih banyak. Situasi sebenarnya agak berbeda jika tim yang dihadapi dari Asia Tenggara yang secara geografis lebih dekat.
Miroslav Janu kala dihubungi tidak terlalu terkejut dengan hasil drawing LCA tersebut. Ia mengaku siapa saja lawan yang akan dihadapi Arema adalah tim kuat di kompetisi domestik negara masing-masing. Justru jauhnya jarak menjadi kendala sendiri baginya.
“Semakin jauh jarak yang ditempuh, semakin memengaruhi kondisi stamina pemain. Lawan di Grup G juga sangat berat dan sudah mempunyai reputasi di Asia,” tutur Miro. Sangat wajar jika pelatih berpaspor Republik Ceska ini tak mematok target muluk.
Bahkan memetik angka di Grup G menurutnya sangat sulit. Ia merujuk Gamba Osaka dan Shandong Luneng yang sudah mempunyai nama di pentas Asia. Gamba Osaka adalah runner up J-League musim lalu, sedangkan Shandong Luneng justru juara Liga Super China.
Bisa dikata, Arema benar-benar kebagian jatah ‘neraka’ di LCA musim ini. Bukan hanya nama tenar yang berada satu grup, tapi juga jauhnya jarak yang bakak ditempuh. Padahal, jika mendapat lawan Asia Tenggara, Arema juga belum tentu bisa banyak berbicara.
“Kita lihat saja nanti. Yang jelas kita harus realistis dengan kondisi yang ada,” tandas Miroslav Janu. Mantan pelatih PSM Makassar inipun memilih konsentrasi di kompetisi domestik daripada pusing memikirkan LCA yang dijadwalkan Maret nanti.
Sangat wajar Miro sudah pasrah sebelum bertanding. Sebab pelatih ini, bersama Arema juga, sudah merasakan bagaimana rasanya babak belur di LCA. Bahkan untuk memenangkan laga di kandang pun hanya menjadi mimpi belaka.
Sementara, langkah wakil Indonesia lainnya, yakni Sriwijaya FC lebih berliku. Harus berjibaku di babak play off, Laskar Wing Kito harus berhadapan dengan Muangthong (Thailand), Al Ain (Uni Emirat Arab), dan satu tim hasil playoff.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar