Cari Blog Ini

Kamis, 03 Maret 2011

Mou: Finis Kedua Adalah Pecundang Besar

sports.okezone.com
Foto: jose Mourinho menyebut finis sebagai runner up merupakan kesalahan besar (Getty Images)
MADRID – Terpaut tujuh poin dari Barcelona tak membuat Jose Mourinho menyerah memimpin Real Madrid mengejar rival abadinya dalam perburuan trofi La Liga musim ini. Bagi pelatih asal Portugal itu, mengakhiri musim di peringkat kedua merupakan sebuah kesalahan besar.

Pernyataan Mou, merujuk pada komentar mantan pelatih El Real Manuel Pellegrini yang sebelumnya menyatakan bahwa dirinya cukup sukses, meski hanya membawa Madrid menjadi runner-up La Liga.

“Dalam filosofi saya, finis di peringkat kedua hanya membuat Anda sebagai pecundang besar. Memang, Pellegrini tak salah ketika dia mengatakan Madrid sudah cukup bagus tahun lalu,” tegas Mourinho yang pernah membimbing FC Porto.

“Tapi faktanya, keberhasilan kami melewati putaran pertama Copa del Rey dan bertahan di babak knock-out Liga Champions sudah cukup bagi saya untuk membuktikan bahwa saya lebih baik dari dia (Pellegrini)," jelas Mourinho.

"Kami telah melakukan hal yang lebih baik di Copa Del Rey dan semuanya masih terlihat bagus buat kami di Liga Champions, kendati kami juga masih berpotensi dikalahkan tim (Lyon) yang mengalahkan Madrid musim lalu,” bilang Mourinho.

“Saya memiliki opini sendiri mengenai kinerja Madrid tahun lalu di La Liga. Anda berpikir tetap tim terbaik saat finis kedua. Ini sama saja ketika Anda menyelesaikan musim dengan sepuluh poin di belakang tim juara tetapi berhasil mencetal 500 gol. Anda tetap saja nomor dua,” terang Mourinho menganalisis kegagalan Madrid musim lalu. Meski menciptakan rekor 102 gol, Madrid tetap tidak bisa merebut puncak pimpinan klasemen dari tangan Barcelona setelah menelan empat kekalahan.

Kendati demikian, Mourinho tetap memberikan atensi besar kepada Pellegrini saat kembali ke Bernabeu untuk memimpin Malaga menghadapi Madrid, Jumat (4/3/2011).

“Saya setuju bahwa ia menikmati kampanye La Liga dan saya berharap, para penggemar memberinya sambutan hangat di sini. Ia bisa datang untuk memasuki ruang ganti setelah pertandingan untuk menyapa dengan orang-orang pernah bekerja sama dengannya tahun lalu,” pungkas Mourinho.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar