Cari Blog Ini

Selasa, 22 Maret 2011

Hammam: Saatnya Blatter Turun!


sports.okezone.com
PARIS - Presiden Federasi Sepakbola Asia (AFC) Mohamed Bin Hammam mulai melancarkan agresinya dalam upaya merebut kursi tertinggi otoritas sepakbola dunia (FIFA). Dia menilai sudah saatnya Sepp Blatter, presiden FIFA saat ini lengser, setelah 13 tahun bertahta.

Bin Hammam telah menegaskan akan maju dalam pemilihan presiden FIFA, yang akan berlangsung pada Juni 2011 nanti. Pria asal Qatar ini mengaku siap bertarung dengan Blatter yang juga menyatakan bakal kembali mencalonkan diri. Keduanya pun dikabarkan mulai melakukan kampanye untuk mengumpulkan dukungan dari 208 asosiasi yang menjadi anggota FIFA.

Dalam kampanyenya kali ini, Bin Hammam mulai mendekati Federasi Sepakbola Inggris (FA) untuk meminta dukungan. Dari hasil pertemuannya dengan perwakilan FA, Bin Hammam dikabarkan sempat menjanjikan beberapa perubahan yang tidak ada pada rezim Blatter, yakni transparansi di tubuh alam FIFA, voting terbuka dalam bidding Piala Dunia dan yang paling utama, membatasi masa kepemimpinan seorang Presiden FIFA, maksimal hanya delapan tahun (dua periode).

“Saya adalah pendukung Blatter dan saya tak pernah menyesali itu, sebab dia telah memberikan banyak kontribusi untuk mengembangkan permainan sepakbola,” tutur Bin Hamamm memulai kampanyenya di sela-sela kongres UEFA di Paris, Selasa (22/3/2011).

“Akan tetapi, dia sudah cukup lama berada di posisinya. Mungkin harus ada orang yang bertanya: Tuan Presiden, kapan anda puas?,” tambahnya menyindir Blatter yang tetap keukeuh maju meski sudah 13 tahun menjabat presiden.

“Saya sendiri punya batasan, maksimal hanya delapan tahun. Jika saya terpilih, saya juga akan mengajukan prososal ini untuk dibakukan. Jadi, setiap presiden FIFA nantinya hanya bisa menjabat maksimal dua periode,” tandasnya dikutip The World Game, Selasa (22/3/2011).

Dalam kesempatan ini, Hammam juga sedikit menyentil Blatter soal minimnya perubahan yang terjadi dalam sepakbola di era kepemimpinannya, sehingga membuatnya tergerak untuk maju sebagai calon presiden.

“Blatter menghasilkan dua mandat, memasuki tahun kedelapan kepemimpinannya, lalu di tahun ke-12, ada tiga mandate dan kini empat mandat. Tapi, tidak terlihat adanya perubahan signifikan dalam tiga hingga empat tahun ini,” tambahnya.

“Saya tidak mengatakan, saya merupakan godfather dalam sepakbola. Tapi, saya memang tidak melihat adanya perubahan, semuanya seperti berjalan di tempat,” imbuhnya.

“Justru, kebanyakan yang kita lihat dan dengar adalah adanya kritikan dari luar FIFA dan saya rasa itu tidak fair. Inilah yang membuat saya tergerak untuk maju,” tandas pria 75 tahun ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar