detikSport
Di era sepakbola global saat ini, semakin bertaburan
pemain Asia yang berkarier di liga-liga top Eropa. Beberapa nama berikut ini
tergolong pionir dan mengecap sukses besar di benua biru:
Berikut ini tujuh pesepakbola top Asia yang merajut kecemerlangan saat berkarier di kompetisi negara besar Eropa, yang dirangkum detikSport dari berbagai sumber:
Berikut ini tujuh pesepakbola top Asia yang merajut kecemerlangan saat berkarier di kompetisi negara besar Eropa, yang dirangkum detikSport dari berbagai sumber:
1. Kazuyoshi Miura
"Invasi" Asia ke Eropa boleh dibilang dimulai
oleh orang Jepang ini. King Kazu, begitu ia dijuluki, adalah orang Asia pertama
yang bermain di Italia. Ia bermain untuk Genoa di musim 1994/1995.
Walaupun performanya biasa-biasanya, bermain 21 kali di pertandingan Seri A dan mencetak satu gol, nama Miura telah "disepakati" menjadi legenda sepakbola Asia.
Sebelum Genoa ia bahkan pernah bermain untuk klub Brasil, Palmeiras dan Santos, serta mengecap pengalaman di Australia bersama Sydney FC.
Saat ini ia masih tercatat sebagai pemain klub Yokohama FC yang bermain di Divisi 2 Liga Jepang. Dalam usianya yang sudah 45 tahun, King Kazu adalah pemain tertua di kompetisi profesional Jepang.
Walaupun performanya biasa-biasanya, bermain 21 kali di pertandingan Seri A dan mencetak satu gol, nama Miura telah "disepakati" menjadi legenda sepakbola Asia.
Sebelum Genoa ia bahkan pernah bermain untuk klub Brasil, Palmeiras dan Santos, serta mengecap pengalaman di Australia bersama Sydney FC.
Saat ini ia masih tercatat sebagai pemain klub Yokohama FC yang bermain di Divisi 2 Liga Jepang. Dalam usianya yang sudah 45 tahun, King Kazu adalah pemain tertua di kompetisi profesional Jepang.
2. Hidetoshi Nakata
Nakata adalah salah satu pemain Asia paling terkenal dan
tersukses di zamannya. Delapan tahun bermain di level atas kompetisi Eropa
adalah salah satu indikatornya.
Ia mulai meroket saat direkrut Perugia di tahun 1998 dan selama dua musim menjadi pemain inti di klub tersebut. Klub besar AS Roma pun kepincut dan menggaet dia di bulan Januari 2000.
Meski harus menghadapi persaingan interen di skuad Giallorossi, tapi Nakata tetap punya style sendiri. Selama satu setengah musim ia bermain 30 kali di Seri A dan mencetak lima gol. Bersama Roma ia memiliki satu titel Scudetto di tahun 2001.
Nakata melanjutkan kariernya di Parma selama tiga musim, dan membantu tim tersebut meraih Coppa Italia di tahun 2002. Setelah sempat pula memperkuat Bologna dan Fiorentina, Nakata menjadikan Bolton Wanderers sebagai klub terakhirnya.
Ia mulai meroket saat direkrut Perugia di tahun 1998 dan selama dua musim menjadi pemain inti di klub tersebut. Klub besar AS Roma pun kepincut dan menggaet dia di bulan Januari 2000.
Meski harus menghadapi persaingan interen di skuad Giallorossi, tapi Nakata tetap punya style sendiri. Selama satu setengah musim ia bermain 30 kali di Seri A dan mencetak lima gol. Bersama Roma ia memiliki satu titel Scudetto di tahun 2001.
Nakata melanjutkan kariernya di Parma selama tiga musim, dan membantu tim tersebut meraih Coppa Italia di tahun 2002. Setelah sempat pula memperkuat Bologna dan Fiorentina, Nakata menjadikan Bolton Wanderers sebagai klub terakhirnya.
3. Ali Daei
Penyerang Iran ini adalah legenda dari Timur Tengah. Ia
bertahan cukup lama di kompetisi Liga Jerman, termasuk saat memperkuat klub
raksasa, Bayern Munich.
Daei memulai kariernya di Eropa bersama Arminia Bielefield di musim 1997/1998, mencetak tujuh gol dari 25 pertandingan liga. Bayern merekrut dia di musim panas 1998, dan kemudian menjadi pemain Asia pertama yang bermain di Liga Champions.
Performanya bersama FC Hollywood biasa-biasa saja, hanya mendulang enam gol dari 23 partai di Bundesliga. Akan tetapi reputasinya telah menjulang. Ia bertahan di Jerman sampai 2002, setelah diambil Schalke 04 di tahun 1999.
Ali Daie saat ini masih tercatat sebagai top skorer pertandingan internasional. Dari 149 caps bersama Iran, ia mengoleksi 109 gol.
Daei memulai kariernya di Eropa bersama Arminia Bielefield di musim 1997/1998, mencetak tujuh gol dari 25 pertandingan liga. Bayern merekrut dia di musim panas 1998, dan kemudian menjadi pemain Asia pertama yang bermain di Liga Champions.
Performanya bersama FC Hollywood biasa-biasa saja, hanya mendulang enam gol dari 23 partai di Bundesliga. Akan tetapi reputasinya telah menjulang. Ia bertahan di Jerman sampai 2002, setelah diambil Schalke 04 di tahun 1999.
Ali Daie saat ini masih tercatat sebagai top skorer pertandingan internasional. Dari 149 caps bersama Iran, ia mengoleksi 109 gol.
4. Shunsuke Nakamura
Pemain kidal ini adalah sebuah sensasi tersendiri dari
Asia. Trade mark-nya
adalah tendangan bebas dari luar kotak penalti yang sangat mematikan.
Nakamura adalah spesialis yang handal untuk bola-bola mati. Ia pernah dites melakukan tendangan dari jarak cukup jauh ke sebuah bus yang bergerak, dan menceploskan bola lewat jendelanya.
Di luar spesialiasinya itu, Nakamura adalah tipikal playmaker yang hebat. Setelah sukses merintis karier di Eropa-nya bersama Reggina (2002-2005), ia hijrah ke Skotlandia dan memperkuat Glasgow Celtic.
Pada 13 September 2006 Nakamura menjadi pemain Jepang pertama yang mencetak gol di pertandingan Liga Champions. Fans Celtic sangat menyayangi dia sehingga memilihnya sebagai pemain terbaik di tahun 2007.
Selain penghargaan dari fans, kehebatan Nakamura diakui lebih luas karena ia juga terpilih sebagai pemain terbaik Liga Skotlandia musim 2006/2007, baik di kalangan sesama pemain maupun jurnalis.
Di musim panas 2009 Nakamura menjajal Spanyol dan bermain untuk Espanyol. Performanya mulai menurun, tapi reputasinya sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dihasilkan Asia sudah melekat kuat dalam dirinya. Saat ini pria kelahiran 24 June 1980 itu masih bermain di negaranya bersamaa Yokohama F. Marinos.
Nakamura adalah spesialis yang handal untuk bola-bola mati. Ia pernah dites melakukan tendangan dari jarak cukup jauh ke sebuah bus yang bergerak, dan menceploskan bola lewat jendelanya.
Di luar spesialiasinya itu, Nakamura adalah tipikal playmaker yang hebat. Setelah sukses merintis karier di Eropa-nya bersama Reggina (2002-2005), ia hijrah ke Skotlandia dan memperkuat Glasgow Celtic.
Pada 13 September 2006 Nakamura menjadi pemain Jepang pertama yang mencetak gol di pertandingan Liga Champions. Fans Celtic sangat menyayangi dia sehingga memilihnya sebagai pemain terbaik di tahun 2007.
Selain penghargaan dari fans, kehebatan Nakamura diakui lebih luas karena ia juga terpilih sebagai pemain terbaik Liga Skotlandia musim 2006/2007, baik di kalangan sesama pemain maupun jurnalis.
Di musim panas 2009 Nakamura menjajal Spanyol dan bermain untuk Espanyol. Performanya mulai menurun, tapi reputasinya sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dihasilkan Asia sudah melekat kuat dalam dirinya. Saat ini pria kelahiran 24 June 1980 itu masih bermain di negaranya bersamaa Yokohama F. Marinos.
5. Ali Al-Habsi
Popularitasnya mungkin tidak seperti Hidetoshi Nakata,
Shunsuke Nakamura atau Park Ji Sung. Akan tetapi Ali Al-Habsi berhasil
membuktikan dirinya sebagai pesepakbola Asia yang sukses.
Kiper asal Oman ini mulai menjajaki Eropa di Norwegia bersama klub Lyon Oslo. Selama tiga musim bermain di sana, pencapaian terbaiknya adalah predikat penjaga gawang terbaik liga di tahun 2004.
Al-Habsi lalu memikat klub Inggris Bolton Wanderers. Maka ia pun mulai berkiprah di Liga Inggris sejak 2006, dan masih bertahan sampai saat ini. Sejak dua musim terakhir ia adalah kiper utama Wigan Athletic.
Kiper asal Oman ini mulai menjajaki Eropa di Norwegia bersama klub Lyon Oslo. Selama tiga musim bermain di sana, pencapaian terbaiknya adalah predikat penjaga gawang terbaik liga di tahun 2004.
Al-Habsi lalu memikat klub Inggris Bolton Wanderers. Maka ia pun mulai berkiprah di Liga Inggris sejak 2006, dan masih bertahan sampai saat ini. Sejak dua musim terakhir ia adalah kiper utama Wigan Athletic.
6. Park Ji Sung
Boleh jadi ia adalah pesepakbola Asia paling sukses
sampai saat ini. Bersama Manchester United, Park punya semua gelar di level
klub.
Ia mengoleksi empat titel Premier League, tiga Piala Liga Inggris, satu trofi Liga Champions, dan satu Piala Dunia Antarklub.
Nasib baik Park di Eropa bermula sejak ia bermain di Liga Belanda bersama PSV Eindhoven. Selama tiga tahun ia ikut merasakan juara Eredivisie plus satu Piala Belanda. Park adalah simbol kesuksesan seorang pemain Asia di tanah Eropa.
Fans Asia seperti kaget ketika MU melepas dia di musim panas ini. Tapi Park masih akan bermain di Inggris setelah mengikat kontrak dengan Queens Park Rangers.
Ia mengoleksi empat titel Premier League, tiga Piala Liga Inggris, satu trofi Liga Champions, dan satu Piala Dunia Antarklub.
Nasib baik Park di Eropa bermula sejak ia bermain di Liga Belanda bersama PSV Eindhoven. Selama tiga tahun ia ikut merasakan juara Eredivisie plus satu Piala Belanda. Park adalah simbol kesuksesan seorang pemain Asia di tanah Eropa.
Fans Asia seperti kaget ketika MU melepas dia di musim panas ini. Tapi Park masih akan bermain di Inggris setelah mengikat kontrak dengan Queens Park Rangers.
7. Shinji Kagawa
Ia adalah sensasi terbaru dari kalangan pesepakbola Asia.
Dalam usia yang masih muda, 23 tahun, ia baru saja direkrut Manchester United.
Kagawa memulai kariernya di klub Cerezo Osaka, sampai kemudian dibawa ke Jerman oleh Borussia Dortmund di tahun 2010. Walaupun sering absen karena kerap diganggu cedera, tapi Kagawa tampil cemerlang di musim pertamanya di Dortmund. Dari 18 pertandingan ia mencetak delapan gol. Klubnya jadi juara.
Dortmund semakin percaya pada kemampuan gelandang serang Jepang ini. Di musim lalu ia bermain lebih gemilang dengan mengemas 13 gol dari 31 pertandingan liga. Dortmund pun berhasil mempertahankan titel Bundesliga-nya.
Nama Kagawa pun melejit, menjadi idola baru dari Asia. Sekarang orang sedang menunggu, apakah ia akan sukses bersama Manchester United.
Kagawa memulai kariernya di klub Cerezo Osaka, sampai kemudian dibawa ke Jerman oleh Borussia Dortmund di tahun 2010. Walaupun sering absen karena kerap diganggu cedera, tapi Kagawa tampil cemerlang di musim pertamanya di Dortmund. Dari 18 pertandingan ia mencetak delapan gol. Klubnya jadi juara.
Dortmund semakin percaya pada kemampuan gelandang serang Jepang ini. Di musim lalu ia bermain lebih gemilang dengan mengemas 13 gol dari 31 pertandingan liga. Dortmund pun berhasil mempertahankan titel Bundesliga-nya.
Nama Kagawa pun melejit, menjadi idola baru dari Asia. Sekarang orang sedang menunggu, apakah ia akan sukses bersama Manchester United.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar