Asian Cup 2011
Tufegdzic: Kuwait Keletihan
sports.okezone.com
Foto: Goran Tufegdzic yakin, kelelahan menjadi kendala utama Kuwait di Piala Asia 2011 (AP Photo)
DOHA – Entah persoalan apa yang menimpa Kuwait hingga tersingkir dengan mengenaskan di gelaran Piala Asia 2011 kali ini. Bayangkan saja, dari tiga pertandingan yang dihelat di babak penyisihan grup, Kuwait tidak berhasil mengemas satu poin pun di Qatar. Hasilnya, mereka hanya menjadi tim penggembira saja di kejuaraan antar nagara di benua Asia ini.
Bahkan, Kuwait yang dilatih Goran Tufegdzic sama sekali tidak berkutik di posisi juru kunci. Di pertandingan terkahir kontra tuan rumah Qatar pun, Kuwait lagi-lagi tidak berdaya. Skor 3-0 untuk keunggulan tuan rumah, membuat Kuwait harus menghentikan langkahnya di Piala Asia 2011.
Menurut Tufegdzic, rapor buram Kuwait di Piala Asia kali ini berkaitan erat dengan menurunnya kebugaran para pemainnya yang terkuras habis di dua turnamen berskala regional West Asian Football Federation (WAFF) Championship dan Gulf Cup of Nations.
Sekadar informasi, Kuwait menjadi kampiun di Gulf Cup 2010. Bahkan di kejuaraan antar negara Teluk ini, Kuwait berstatus sebagai peraih titel terbanyak dengan 10 gelar. Lebih dari itu, Al-Azraq –julukan Kuwait keluar sebagai juara WAFF Championship di Jordania tahun lalu untuk pertama kalinya, Oktober 2010 silam.
“Setelah kami kehilangan poin pada laga pertama (lawan China) kemudian kalah untuk kedua kalinya (lawan Uzbekistan), sulit bagi pemain kami untuk bangkit,” kata Tufegdzic di situs resmi Piala Asia, Senin (17/1/2011).
“Kami tidak konsentrasi dan Anda melihat di pertandingan lawan Qatar sebagai hasilnya. Tim ini tidak memiliki banyak energi dan kekuatan untuk bersaing sehingga Qatar menjadi tim yang lebih baik. Umumnya, Anda melihat semua tim yang bermain di Gulf Cup tidak tampil baik di sini (Piala Asia), terutama tim saya (Kuwait),” tutur Tufegdzic, pria asal Serbia ini.
“Sangat sulit mempertahankan bentuk permainan yang sama. Namun pemain kami memiliki motivasi besar untuk mencoba mengambil tiga poin. Tapi saya yakin, penampilan tim ini jauh berbeda saat kami memenangkan Gulf Cup,” tambah Tufegdzic berkeyakinan, dua turnamen Teluk itu berkorelasi dengan kegagalan Kuwait di Qatar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar