sports.okezone.com
HOENDERLOO – Dengan
tidak mengormati rasa hormat kepada negara-negara Asia dan Afrika, tapi Wesley
Sneijder menganggap Piala Dunia lebih mudah dijalani dengan adanya partisipan
Asia-Afrika, ketimbang Euro, yang melulu terisi kontestan Eropa.
Jadi, misi mengemas trofi Henry Delaunay kali ini tentu dirasa akan terasa berat. Sneijder mengakui, ‘agak’ lempangnya jalan De Oranje ke final Piala Dunia, tak lepas dari peranan tim-tim Afrika atau Asia yang bisa dijadikan lumbung poin.
Tapi tidak di sini (Euro). Apalagi, mereka tergabung di grup neraka (grup B), bersama Jerman, Portugal dan Denmark. Meski begitu, tak serta merta spelbepaler (playmaker) berusia 27 tahun itu, belum berkenan mengundurkan optimismenya.
“Turnamen Eropa kali ini akan sangat berat, karena bagi saya, Euro lebih sulit ketimbang Piala Dunia. Pasalnya, anda takkan bertemu tim-tim dari Asia dan Afrika saat anda membutuhkan tiga poin,” ujar Sneijder, sebagaimana disitat The Star, Sabtu (2/6/2012).
“Sekarang, tentu perjalanan kami akan kian berat, apalagi kami tergabung di grup yang kuat, tapi kita lihat saja nanti,” sambung pemain yang juga pilar Inter Milan itu.
Selain mempersiapkan taktik dan fisik, Sneijder juga mengutarakan satu faktor penting lainnya, yakni keberuntungan. Tapi ambisi tetaplah ambisi. The Clockwork Orange bertekad tak ingin bernasib sama di Piala Dunia, yang hanya mengusung status runner up karena mereka ingin hadiah utamanya, trofi Euro.
“Kami berada di grup keras. Tentu kami harus melewati grup ini, setelah itu kita lihat saja soal peluang juara. Di turnamen ini, anda butuh banyak hal. Satu yang juga penting, yaitu keberuntungan,” lanjutnya.
“Saya sudah tak sabar ke Polandia (host Euro). Saya dan seluruh anggota tim menginginkan trofinya. Kami sudah menginginkannya dalam waktu yang lama. Ambisi kami tentu ingin membawa pulang gelar Eropa,” tuntas suami aktri Spanyol, Yolanthe Cabau itu.
Jadi, misi mengemas trofi Henry Delaunay kali ini tentu dirasa akan terasa berat. Sneijder mengakui, ‘agak’ lempangnya jalan De Oranje ke final Piala Dunia, tak lepas dari peranan tim-tim Afrika atau Asia yang bisa dijadikan lumbung poin.
Tapi tidak di sini (Euro). Apalagi, mereka tergabung di grup neraka (grup B), bersama Jerman, Portugal dan Denmark. Meski begitu, tak serta merta spelbepaler (playmaker) berusia 27 tahun itu, belum berkenan mengundurkan optimismenya.
“Turnamen Eropa kali ini akan sangat berat, karena bagi saya, Euro lebih sulit ketimbang Piala Dunia. Pasalnya, anda takkan bertemu tim-tim dari Asia dan Afrika saat anda membutuhkan tiga poin,” ujar Sneijder, sebagaimana disitat The Star, Sabtu (2/6/2012).
“Sekarang, tentu perjalanan kami akan kian berat, apalagi kami tergabung di grup yang kuat, tapi kita lihat saja nanti,” sambung pemain yang juga pilar Inter Milan itu.
Selain mempersiapkan taktik dan fisik, Sneijder juga mengutarakan satu faktor penting lainnya, yakni keberuntungan. Tapi ambisi tetaplah ambisi. The Clockwork Orange bertekad tak ingin bernasib sama di Piala Dunia, yang hanya mengusung status runner up karena mereka ingin hadiah utamanya, trofi Euro.
“Kami berada di grup keras. Tentu kami harus melewati grup ini, setelah itu kita lihat saja soal peluang juara. Di turnamen ini, anda butuh banyak hal. Satu yang juga penting, yaitu keberuntungan,” lanjutnya.
“Saya sudah tak sabar ke Polandia (host Euro). Saya dan seluruh anggota tim menginginkan trofinya. Kami sudah menginginkannya dalam waktu yang lama. Ambisi kami tentu ingin membawa pulang gelar Eropa,” tuntas suami aktri Spanyol, Yolanthe Cabau itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar