sports.okezone.com
LIVERPOOL -
Dirk Kuyt secara terbuka mengkritik sistem rotasi pemain yang diterapkan
pelatih Kenny Dalglish di Liverpool. Pasalnya Kuyt merasa hal itu membuatnya
tidak bisa mencapai puncak performa.
Musim ini striker internasional Belanda tersebut hanya tampil dalam 26 laga di Premier League dengan torehan dua gol. Hal ini tentu berbeda di musim sebelumnya ketika Kuyt tampil dalam 33 laga dan mencetak 13 gol. Kuyt sendiri percaya dirinya punya kapasitas untuk bermain di setiap pekan.
“Bersama pelatih ini (Kenny Dalglish) saya kini tidak lagi merasa dia akan menampilkan saya di tim dalam setiap minggunya. Saya tidak dalam ilusi bisa bermain setiap minggu, tetapi saya percaya mampu bermain untuk Liverpool di setiap pekan,” ungkap Kuyt seperti dilansir ESPN, Selasa (14/5/2012).
Kuyt ialah pemain serba bisa. Oleh pelatih Liverpool terdahulu yakni Rafael Benites dan Roy Hodgson, penyerang berusia 31 tahun itu kerap dimainkan sebagai gelandang serang, sayap, ataupun penyerang. Rezim Dalglish membuat Kuyt tak mampu merasakan hal itu lagi.
“Musim lalu saya mampu mencetak gol dari semua tempat (posisi). tetapi di musim ini pelatih membawa tiga orang pemain yang semuanya bermain di posisi saya. Dalam sistem rotasi yang dia gunakan, saya tidak pernah menemukan kembali ritme permainan dan tidak pernah merasakan diri saya yang lama,” terangnya.
Kuyt datang ke Anfield pada musim 2006 dari klub Belanda, Feyenoord. Sejak itu, dirinya langsung menjadi andalan di skuad utama Liverpool. Sepanjang kariernya, pria kelahiran Katwijk itu telah tampil dalam 207 laga The Reds di Premier League dan mencetak 51 gol.
Kuyt pun ternyata sudah merasa tidak betah dan berniat hengkang meninggalkan tim yang bermarkas di Anfield tersebut.
“Jauh di dalam hati saya, saya ingin bertahan di Liverpool. Faktanya, saya membuka pembicaraan dengan Feyenoord yang mengindikasikan bahwa saya ingin memberikan kesempatan yang serius,” tutur Kuyt.
“Tetapi dalam banyak hal, terlalu banyak jarak yang terbentang sekarang ini. Bila saya kembali ke Belanda, saya harus terima jumlah gaji saya di Liverpool berkurang hingga 80 persen,” tutupnya.
Peminat striker internasional Belanda ini sebetulnya banyak. Klub Serie A, AS Roma serta klub Bundesliga, Hamburg, menjadi para peminat dirinya dalam bursa transfer musim panas kali ini. Jadi seharusnya Kuyt tidak perlu terlalu pusing untuk memilih pelabuhan barunya.
Musim ini striker internasional Belanda tersebut hanya tampil dalam 26 laga di Premier League dengan torehan dua gol. Hal ini tentu berbeda di musim sebelumnya ketika Kuyt tampil dalam 33 laga dan mencetak 13 gol. Kuyt sendiri percaya dirinya punya kapasitas untuk bermain di setiap pekan.
“Bersama pelatih ini (Kenny Dalglish) saya kini tidak lagi merasa dia akan menampilkan saya di tim dalam setiap minggunya. Saya tidak dalam ilusi bisa bermain setiap minggu, tetapi saya percaya mampu bermain untuk Liverpool di setiap pekan,” ungkap Kuyt seperti dilansir ESPN, Selasa (14/5/2012).
Kuyt ialah pemain serba bisa. Oleh pelatih Liverpool terdahulu yakni Rafael Benites dan Roy Hodgson, penyerang berusia 31 tahun itu kerap dimainkan sebagai gelandang serang, sayap, ataupun penyerang. Rezim Dalglish membuat Kuyt tak mampu merasakan hal itu lagi.
“Musim lalu saya mampu mencetak gol dari semua tempat (posisi). tetapi di musim ini pelatih membawa tiga orang pemain yang semuanya bermain di posisi saya. Dalam sistem rotasi yang dia gunakan, saya tidak pernah menemukan kembali ritme permainan dan tidak pernah merasakan diri saya yang lama,” terangnya.
Kuyt datang ke Anfield pada musim 2006 dari klub Belanda, Feyenoord. Sejak itu, dirinya langsung menjadi andalan di skuad utama Liverpool. Sepanjang kariernya, pria kelahiran Katwijk itu telah tampil dalam 207 laga The Reds di Premier League dan mencetak 51 gol.
Kuyt pun ternyata sudah merasa tidak betah dan berniat hengkang meninggalkan tim yang bermarkas di Anfield tersebut.
“Jauh di dalam hati saya, saya ingin bertahan di Liverpool. Faktanya, saya membuka pembicaraan dengan Feyenoord yang mengindikasikan bahwa saya ingin memberikan kesempatan yang serius,” tutur Kuyt.
“Tetapi dalam banyak hal, terlalu banyak jarak yang terbentang sekarang ini. Bila saya kembali ke Belanda, saya harus terima jumlah gaji saya di Liverpool berkurang hingga 80 persen,” tutupnya.
Peminat striker internasional Belanda ini sebetulnya banyak. Klub Serie A, AS Roma serta klub Bundesliga, Hamburg, menjadi para peminat dirinya dalam bursa transfer musim panas kali ini. Jadi seharusnya Kuyt tidak perlu terlalu pusing untuk memilih pelabuhan barunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar