Guardiola Soroti Spirit Leverkusen
sports.okezone.com
BARCELONA –
Unggul 3-1 di leg pertama
tidak menjadi jaminan Barcelona dengan mudahnya melenggang ke perempat final. Entrenador Josep Guardiola
tahu betul itu, apalagi yang dihadapinya tim asal Jerman yang dikenal pantang
menyerah hingga akhir.
Spirit seperti itulah yang kini akan menjadi sorotan utama Guardiola ketika menerima kunjungan Bayer Leverkusen di leg kedua, 16 besar Liga Champions dini hari nanti. Oleh karena itu, Guardiola akan mengarahkan Xavi Hernández dkk untuk buru-buru mengambil inisiatif dominasi permainan sejak awal.
“Leverkusen takkan pernah menyerah meski sudah kalah di leg pertama, mereka tim yang pantang menyerah,” seru Guardiola, seperti dinukil Soccerway, Rabu (7/3/2012).
“Mungkin mereka terlihat sudah tak punya harapan, tapi pelatih dan para pemain mereka punya prinsip yang teguh dan itu perlu diwaspadai. Untuk itu, saya berharap kami mampu mengambil 70 persen penguasaan bola dan permainan,” tambah Ayah tiga anak tersebut.
Selain itu, Guardiola juga harus siaga akan agresivitas dan kecepatan tim berjuluk Werkself tersebut. Contoh korbannya pun sudah ada, akhir pekan lalu. Lihat saja bagaimana tidak berdayanya tim sebesar Bayern Munich yang tunduk 0-2 dari Leverkusen di laga Bundesliga, akhir pekan lalu.
“Yang juga menjadi perhatian saya adalah kecepatan mereka. Leverkusen masih punya kans untuk lolos dan tentu mereka akan mengusahakannya. Untuk itu, kami harus mengendalikan permainan dan memastikan bahwa mereka tak bisa memanfaatkan kecepatan mereka,” pungkasnya.
Spirit seperti itulah yang kini akan menjadi sorotan utama Guardiola ketika menerima kunjungan Bayer Leverkusen di leg kedua, 16 besar Liga Champions dini hari nanti. Oleh karena itu, Guardiola akan mengarahkan Xavi Hernández dkk untuk buru-buru mengambil inisiatif dominasi permainan sejak awal.
“Leverkusen takkan pernah menyerah meski sudah kalah di leg pertama, mereka tim yang pantang menyerah,” seru Guardiola, seperti dinukil Soccerway, Rabu (7/3/2012).
“Mungkin mereka terlihat sudah tak punya harapan, tapi pelatih dan para pemain mereka punya prinsip yang teguh dan itu perlu diwaspadai. Untuk itu, saya berharap kami mampu mengambil 70 persen penguasaan bola dan permainan,” tambah Ayah tiga anak tersebut.
Selain itu, Guardiola juga harus siaga akan agresivitas dan kecepatan tim berjuluk Werkself tersebut. Contoh korbannya pun sudah ada, akhir pekan lalu. Lihat saja bagaimana tidak berdayanya tim sebesar Bayern Munich yang tunduk 0-2 dari Leverkusen di laga Bundesliga, akhir pekan lalu.
“Yang juga menjadi perhatian saya adalah kecepatan mereka. Leverkusen masih punya kans untuk lolos dan tentu mereka akan mengusahakannya. Untuk itu, kami harus mengendalikan permainan dan memastikan bahwa mereka tak bisa memanfaatkan kecepatan mereka,” pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar