sports.okezone.com
BARCELONA - Cesc Fabregas mengakui bahwa tersingkirnya Arsenal dari panggung Liga Champions tak lepas dari ‘andilnya.’ Dia pun hanya bisa melontarkan permintaan maaf kepada seluruh supporter The Gunners.Barcelona kembali menjadi penghalang Arsenal di pentas Eropa. Dua gol Lionel Messi plus sebuah gol Xavi Hernandez hanya mampu dibalas satu gol oleh Arsenal, itupun melalui gol bunuh diri Sergio Busquets. Skor 1-3 pada leg kedua di Camp Nou, dini hari tadi, praktis memaksa The Gunners angkat koper setelah kalah agregat (3-4).
Kekecewaan pun tak bisa disembunyikan awak Meriam London, apalagi mereka kalah karena harus bermain dengan 10 pemain sejak awal babak kedua menyusul kartu merah yang diterima Robin van Persie. Namun, menurut Fabregas, kekalahan timnya kali ini tidak lepas dari keteledorannya yang membuat Lionel Messi berhasil membuka keunggulan.
Ya, kapten Arsenal memang turut mengambil peran dalam terciptanya gol pertama Barca lewat Messi. Saat itu, Fabregas mencoba memberikan umpan back-heel kepada Jack Wilshere di depan area kotak penalti. Namun nahasnya, bola justru jatuh ke kaki Andres Iniesta yang langsung menyodorkan umpan terobosan sehingga lahirlah gol indah Messi.
Gol pembuka Barca tersebut membuat Fabregas merasa bersalah. Melalui akun twitternya, gelandang timnas Spanyol ini mengakui bahwa dirinya pantas disalahkan atas kekalahan tersebut.
“Saya pantas disalahkan atas hasil malam ini. Salah satu momen terburuk dalam hidup saya. Saya minta maaf,” tulisnya dalam situs mikroblogging sebagaimana dikutip Goal, Rabu (9/3/2011).
“Dukungan luar biasa dari fans Arsenal,” tambahnya.
Meski kecewa, namun Fabregas mencoba menerima kekalahan ini dengan lapang dada. Menurutnya, Barca memang tampil luar biasa dan semua pemain Arsenal juga telah menampilkan permainan sekuat tenaga.
“Jelas, kami semua kecewa harus tersingkir malam ini. Kami sedikit sekali mampu membahayakan gawang mereka, terutama saat kami mampu mencetak gol,” sambungnya melalui situs resmi klub. Tapi, inilah sepakbola dan ini bukan malam kami. Saya bangga dengan tim. Kami mampu memberikan perlawanan dan bertahan dengan cukup baik saat kami memang harus bertahan,” imbuhnya.
“Secara pribadi, saya menikmati 15 menit pertama, lalu setelah itu saya merasakan nyeri di bagian belakang kaki dan saya menahannya selama bermain,” Fabregas menceritakan kondisinya yang belum fit 100 persen.
Sebagai bentuk sportivitasnya, Fabregas mendoakan agar Barca yang notabene mantan timnya saat masih remaja bisa melaju sejauh mungkin. “Saya mendoakan yang terbaik untuk Barcelona di turnamen ini dan berharap mereka bisa terus melaju,” tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar