Cari Blog Ini

Rabu, 26 Januari 2011

Platini: Piala Dunia Tak Bisa Dimainkan Di Gurun Panas

Michel Platini setuju mengubah kalender kompetisi internasional, meski tidak mudah.

goal.com
Michel Platini - UEFA President
Galeri Foto
Perbesar
Presiden UEFA Michel Platini mengatakan Piala Dunia 2022 tidak bisa dimainkan di tengah gurun pasar dengan suhu 55 derajat celcius.

"Cara terbaik menggelar Piala Dunia 2022 di Qatar adalah saat Eropa memasuki musim dingin," ujar Platini.

Platini, anggota komite eksekutif FIFA yang mendukung pencalonan Qatar, mengatakan Piala Dunia 2022 juga tidak bisa hanya digelar di Qatar tapi di semua negara di kawasan itu.

Gagasan itu kali pertama dikemukakan Mohammed Bin Hammam, presiden Konfederasi Sepakbola Asia.

FIFA mengatakan saat ini belum ada gagasan nyata untuk memindahkan Piala Dunia 2022 dari musim pansa ke musim dingin. Sejumlah petinggi FIFA keberatan dengan pemindahan jadwal, karena akan mengganggu kompetisi di Eropa, dan pasar tranfer.

Sepp Blatter, presiden FIFA, sempat mengatakan Piala Dunia 2022 kemungkinan akan digelar pada musim dingin. Ketika Eropa bersalju, cuacana Qatar dan kasawan Teluk tidak terlalu panas.

Platini mengatakan jika Piala Dunia 2022 digelar seperti biasa, tidak akan ada pemain yang bisa belari di bawah cuaca 55 derajat celcius, dan tidak akan ada turis yang datang.

"Itu hanya gagasan bodoh," ujar Platini.

"Cara terbaik adalah menggeser waktu penyelenggaraan ke saat cuaca tidak sangat panas," lanjutnya.

Stadion bisa saja dilengkapi pendingin ruangan, tapi jalan-jalan dan pantai tidak bisa dilengkapi pendingin. Bagi penggemar sepakbola, datang ke Qatar pada bulan Juni tidak ubahnya memanggang tubuh.

Platini juga setuju mengubah kalender kompetisi di Eropa, sebagai persiapan Piala Dunia 2022. Ia juga mengakui mengubah kalender memang tidak mudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar