EROPA - Hari ini, pertandingan babak penyisihan grup Liga
Champions baru saja berakhir. Banyak kejutan pada perebutan tiket babak 16
besar Liga Champions musim ini.
Dari Grup A, Manchester City gagal melaju ke babak fase knock out Liga
Champions musim ini, meski mengalahkan Bayern Munich 2-0. Sebab di saat yang
bersamaan, Napoli juga mengalahkan Villarreal 2-0.
Di Grup B, CSKA Moskow berhasil lolos ke babak knock out, setelah secara
mengejutkan mengalahkan Inter Milan dengan skor 2-1. Sementara itu, Trabzonspor
juga gagal lolos setelah hanya mampu bermain tanpa gol melawan Lille.
Pada pertandingan Grup C, United harus melupakan mimpi untuk meraih gelar juara
Liga Champions musim ini. Nemanja Vidic dkk gagal lolos, setelah dikalahkan
tuan rumah Basel 1-2. Dengan demikian, maka Basel mendampingi Benfica lolos
dari Grup C.
Sementara itu, tiket dari Grup D sendiri sudah pasti diraih oleh dua tim besar
Barcelona dan juga AC Milan.
Berikut peserta Babak 16 Besar Liga Champions
Pot I
Bayern Munich
Internazionale Milano
SL Benfica
Real Madrid
Chelsea
Arsenal FC
Zenit St Petersburg
Barcelona
Pot II
Napoli
CSKA Moskow
FC Basel
Olympique Lyon
Bayer Leverkusen
Arsenal
Olympique Marseille
APOEL FC
AC Milan
TURIN - Juventus harus
bersusah payah untuk memastikan satu tempat di babak perempat final Coppa
Italia. Namun dengan semangat dan daya juang tinggi, tim asuhan Antonio Conte
itu akhirnya mengemas kemenangan 2-1 saat jumpa Bologna di babak 16 besar,
Jumat (9/12/11) dinihari tadi.
Bukan perkara mudah bagi Juventus untuk melangkah ke putaran perempat final,
karena mereka harus bermain hingga extra time 2x15 menit setelah kedua tim
bermain imbang 1-1 di waktu normal. Dua gol kemenangan La Vecchia Signora dicetak
oleh Emanuale Giaccherini (90) dan Claudio Marchisio (103). Sedangkan, Bologna
berhasil menyarangkan bola ke gawang Marco Storari melalui tandukan Andrea
Raggi (90+4).
Laga sengit yang mempertemukan Juventus vs Bologna ini berlangsung di Juventus
Arena. Bertindak sebagai tuan rumah, Juventus langsung menggebrak di menit awal
laga. Alessandro Del Piero yang diplot di lini depan, beberap kali menebar
ancaman di daerah pertahanan Bologna.
Akan tetapi, Bologna yang tampil dengan organisasi permainan yang rapi berhasil
membendung serangan Juventus di sepanjang babak pertama. Sejumlah peluang emas
Juventus berhasil dimentahkan lini belakang Bologna dengan sigap.
Kiper Genoa, Federico Agliardi boleh dibilang menjadi faktor penting Bologna
untuk mementahkan agresivitas I Bianconeri. Beberapa kali, Agliardi membuang
bola sepakan Milos Krasic dan Del Piero. Pun demikian dengan Bologna yang terus
melancarkan serangan ke jantung perthanan Juventus yang dikawal Andrea Barzagli
dkk.
Hingga turun minum, skor 0-0 masih terpampang besar di papan skor. Klimaks laga
ini terjadi di penghujung babak kedua. Berawal dari manuver bertenaga
Gianccherini melewati beberapa pemain Bologna, punggawa 26 tahun itu melepaskan
tendangan diagonal untuk menjebol gawang Bologna, seisi Juventus Arena pun
bersorak melihat gol yang dicetak Gianccherini di masa injury time babak kedua.
Hanya tinggal menunggu waktu untuk memastikan kemenangan, Juventus harus
kecolongan melalui gol Raggi. Melalui skema tendangan sudut, Raggi berhasil
menyambut bola lambung melalui kepalanya, bola pun bergulir deras masuk ke
gawang Storari.
Skor 1-1 membuat kedua tim harus memainkan babak tambahan. Tidak perlu menunggu
waktu lama bagi Juventus untuk menambah keunggulan. Mendapat umpan terukur di
kotak penalti, dengan satu sentuhan Marchisio mengontrol bola dan langsung
melepaskan si kulit bundar melalui sepakan menyilang ke jala Agliardi tanpa
bisa diantisipasi, 2-1 kini Juve memimpin.
Unggul 2-1, Juventus coba meningkatkan tempo permainan. Del Piero nyaris saja
memperlebar keunggulan andai golnya tidak dianulir wasit karena pemain veteran
tersebut sudah berada di posisi off side. Hingga peluit panjang dibunyikan di
perpanjangan waktu babak kedua, tidak ada gol tercipta dari Juventus lagi,
sementara Bologna tidak mampu lagi menyamakan kedudukan.
MADRID - Pelatih timnas
Spanyol, Vicente del Bosque coba memberikan saran kepada pelatih Barcelona,
Josep Guardiola saat timnya berhadapan dengan Real Madrid. Menurutnya,
komposisi tiga bek bisa menjadi strategi ampuh Barcelona untuk membendung
perlawanan Madrid.
Insting kepelatihan Del Bosque mengatakan, Guardiola sejatinya tidak perlu
takut untuk menampilkan format 3-4-3 dengan tiga pemain belakang, berkaca dari
pengalamannya saat menukangi Real Madrid yang berhasil melewati hadangan
Barcelona di semifinal liga Champions musim 2001/02.
"Ketika saya melatih Madrid, kami bermain dengan tiga pemain belakang di
semifinal Liga Champions (melawan Barcelona) dan berakhir dengan memenangkan
Liga Champions ke sembilan bagi klub," ujar Del Bosque dikutip Goal, Jumat
(9/12/11).
"Barcelona memiliki beberapa pilihan melawan Madrid dan Guardiola harus
memilih salah satu yang dia lihat pantas," sambungnya.
Dan dalam peranannya sebagai pelatih timnas Spanyol, Del Bosque berharap kedua
tim bisa merepresentasikan sepakbola Spanyol secara keseluruhan. Meskipun, Del
Bosque sendiri sadar kedua seteru ini memiliki tipikal permainan berbeda.
"Saya berharap kepada kedua tim untuk bisa menawarkan gambaran terbaik
(dari sepakbola Spanyol). Kedua tim memiliki cara bermain sepakbola,
masing-masing memiliki caranya sendiri," tuntas Del Bosque.
BARCELONA -
Menatap laga El Clasico kontra Real Madrid, gelandang serang Barcelona Andres
Iniesta coba menyuntikkan besar kepada seluruh awak tim, mereka bisa mengemas
kemenangan penting dari tangan El-Barca.
Iniesta berujar, Barcelona memiliki banyak pemain handal nan berkualitas untuk
merebut poin penuh dari tangan musuh bebuyutannya itu saat berduel di Santiago
Bernabeu pada akhir pekan nanti.
Pahlawan timnas Spanyol di Piala Dunia 2010 lalu itu menilai, komposisi materi
generasi emas pasukan Barcelona saat ini merupakan yang terbaik di banding
era-era sebelumnya. "Saya percaya, ini merupakan tim terbaik Barcelona di
mana saya ikut bermain di dalamnya," kata Iniesta dikutip Goal, Jumat
(9/12/11).
"Itu selalu menurun dengan cara kami bermain dan berkembang dengan
kekuatan tim yang meningkat setiap tahun," sambung Iniesta.
"Tantangan yang kami hadapi adalah untuk meningkatkan kualitas diri hari
demi hari, tahun demi tahun sesuatu yang kami lakukan dalam segala hal, yaitu
taktis, fisik, dan teknis," bilang Iniesta.
Fokus ke laga prestisus nanti, Iniesta mengaku belum mengetahui secara utuh
komposisi timnya. "Semua dari kami ingin berada di lapangan, semakin lama
semakin membaik. Namun pelatih paham, apa yang dia inginkan," tutur
Iniesta.
"Terpenting adalah, kami semua berkontribusi sehingga memiliki kesempatan
terbaik untuk menang secara terhormat. Ini tentang masalah manajemen skuad, dan
itu sesuatu yang bisa saya pahami," tukas Iniesta mengakhiri.