Cari Blog Ini

Minggu, 30 Januari 2011

Leonardo: Jantung Saya Berdegup Kencang

Kini, pelatih Leonardo memiliki banyak opsi di lini depan dengan kedatangan Giampolo Pazzini.

goal.com
Ranocchia & Pazzini - Inter-Palermo - Serie A (Getty Images)
Pelatih Leonardo mengaku sempat merasa cemas dan sport jantung gara-gara Inter Milan nyaris tumbang oleh Palermo di pertandingan Serie A Italia, Minggu (30/1). Meski tampil di kandang sendiri, Inter justru kebobolan dua gol.

Beruntung, striker debutan Giampaolo Pazzini sempat memperkecil ketinggalan. Namun, jantung Leonardo  kembali berdebar kencang saat Palermo mendapat hadiah penalti. Beruntung, kiper Julio Cesar menggagalkan eksekusi Javier Pastore.

Leonardo mulai tenang setelah Pazzini mencetak gol kedua yang menyamakan kedudukan. Selanjutnya, Inter mendapat hadiah penalti dan diselesaikan dengan baik oleh Samuel Eto'o. Hasilnya, Inter unggul 3-2 atas Palermo.

"Saya sampai butuh waktu untuk beristirahat sejak untuk meredakan ketegangan pada jantung ini setelah pertandingan usai. Ini pertandingan yang luar biasa. Bila akhir pertandingan berbeda, tidak ada yang mengklaim bila Palermo tidak pantas mendapatkan hasil itu. Mereka tim yang bagus dan menciptakan sembilan atau sepuluh peluang. Itu hanya di babak pertama saja," ungkap Leonardo.

"Setelah jeda pertandingan, tim butuh keberanian dan menunjukkan karakter yang sesungguhnya. Kiper Julio Cesar menunjukkan telah fit beberapa saat sebelum pertandingan, Pazzini mencetak dua gol dalam debutnya dan penampilan Maicon sungguh luar biasa," jelasnya.

Menurut Leonardo, ia banyak belajar dari pertandingan itu. Dirinya juga memiliki banyak opsi di lini depan dengan masuknya Pazzini.

"Banyak hal positif dari pertandingan ini. Kami bisa mencoba tiga penyerang dan alternatif lain. Kinerja Eto'o juga luar biasa di babak kedua," ungkap Leonardo.

Anelka Tak Tertarik Ke Liverpool

Striker Chelsea Nicolas Anelka tak ingin dipaksa bermain di Liverpool.

goal.com
Nicolas Anelka of Chelsea (Getty Images)
Chelsea masih berusaha untuk mendatangkan Fernando Torres. Setelah gagal di usaha penawaran transfer pertama, Chelsea pun meningkatkan nilai tawaran mereka di kesempatan kedua ke Liverpool.

Isunya, nilai tawaran Chelsea mencapai 50 juta poundsterling, dengan Nicolas Anelka masuk dalam paket tawaran tersebut.

Hal inilah yang kemudian kabarnya disesalkan kub Anelka. Pasalnya penyerang asal Prancis itu tidak ingin meninggalkan Chelsea.

Diungkapkan sumber Sky Sports, Senin (31/1), Anelka mengaku senang bisa berada di Stamford Bridge dan siap memperjuangkan tempat di skuad Carlo Ancelotti.

Anelka sendiri sempat membela Liverpool di tahun 2002 dengan status pinjaman dari Paris St Germain, di mana ia tampil 22 kali dan mencetak lima gol.

Marotta: Hari Ini, Juve Wajib Pinjam Pemain

Alessandro Matri menjadi target potensial untuk direkrut di sisa-sisa waktu transfer musim dingin.

goal.com
Beppe Marotta - Sampdoria (Getty Images)
Hasil inkonsisten yang kerap membalut Juventus memicu GM klub Beppe Marotta berencana untuk wajib belanja pemain sebelum detik-detik akhir bursa transfer musim dingin ditutup. Hari ini merupakan final day transfer Januari.

Skuad Juve saat ini masih dinilai klub belum komplet untuk mengarungi kampanye musim ini. Mereka bahkan baru saja dikalahkan Udinese 2-1 di depan publik sendiri.

Upaya merivisi tubuh tim pun segera digalakkan dalam sekejap, mengingat tenggat transfer awal tahun ini tinggal menghitung jam saja. Meski begitu, kebijakan yang diberlakukan Bianconerri adalah meminjma pemain, bukan membeli permanen.

Bintang Cagliari Alessandro Matri disebut-sebut menjadi prioritas.

"Kami tidak berada dalam posisi membuat investasi, jadi kesempatan kami hanyalah memboyong pemain dengan meminjamnya," terang Marotta.

"Matri mungkin salah satu pemain yang akan mewujudkan transfer, tetapi Cagliari mengajukan harga yang tidak pas," tandasnya.

Milan Tak Takut Kebangkitan Inter

Zlatan Ibrahimovic yakin AC Milan bakal memenangi Scudetto.

goal.com
Zlatan Ibrahimovic - Catania-Milan - Serie A (Getty Images)
Striker Zlatan Ibrahimovic tegaskan AC Milan sudah hampir merengkuh Scudetto. Ibaratnya, trophy juara sudah berada dalam satu genggaman Rossoneri.

Mantan striker Inter Milan ini juga tegaskan Milan sama sekali tidak takut dengan kebangkitan bekas klubnya. Sebelumnya, bek veteran Inter Marco Materazzi mengungkapkan Milan mulai ketakutan dengan kebangkitan rival satu kota ini.

"Saya tidak sependapat. Scudetto bakal dalam genggaman kami. Bila kami tidak melakukan kesalahan, kami yang akan memenanginya," ujar Ibrahimovic.

Milan mengukuhkan posisinya di puncak klasemen setelah menghajar Catania 2-0. Gol-gol kemenangan Milan yang bermain dengan sepuluh orang setelah diusirnya Mark van Bommel ini merupakan buah kerjasama Ibrahimovic dan Robinho.

"Pemain Catania seolah-olah berharap dia [Van Bommel] mendapat kartu kuning kedua. Mereka memang berhasil, tapi kami yang memenangkan pertandingan. Ini sinyal bagus. Kami melakukan berbagai upaya untuk menang. Ini pertandingan yang berat. Namun, kami justru lebih mudah saat bermain dengan sepuluh orang," jelas Ibrahimovic.

Ibra: Satu Tangan Milan Sudah Genggam Scudetto

Bomber AC Milan Zlatan Ibrahimovic melihat timnya berpeluang besar menggondol Scudetto musim ini.

goal.com
Zlatan Ibrahimovic - Catania-Milan - Serie A (Getty Images)
Keyakinan striker AC Milan Zlatan Ibrahimovic akan Scudetto sepertinya sudah tak bisa dipertanyakan lagi. Sang penyerang sudah memasang optimsitisme tinggi dengan mengklaim, satu tangan Rossoneri sejatinya sudah menggenggam gelar prestise Serie A Italia itu.

Marco Materazzi, bek rival abadi Milan, Inter, sempat melontarkan keyakinan serupa timnya bakal mempertahankan kehormatan treble-winners. Ibra pun merespons bersebrangan dengan sudut pandang sang bek.

"Sepertinya hal itu [Scudetto kembali dimenangkan Inter] tidak dalam pandangan saya," jawab Ibra.

"Scudetto milik kami dan kami tak boleh kehilangan, dan jika kami tidak melakukan blunder, maka kami akan memenanginya," ujar Ibra menilai sebelah tangan Milan sudah memegang kendali Scudetto.

Menanggapi kemenangan atas Catania beberapa waktu lalu, yang membuat posisi Milan kian nyaman di pucuk klasemen, Ibra menilai ada karakter kuat dari tim sehingga angka maksimal berhasil dituai.

Ibra mencetak satu gol dalam laga tersebut, dan juga memberikan satu asis untuk gol lainnya via aksi Robinho meski diwarnai dikartumerahnya Mark Van Bommel.

"Tampaknya para pemain Catania melihat keuntungan dari dua kartu kuning itu [Van Bommel]. Tetapi kami unggul dalam karakter."

"Menurut saya justru lebih mudah bermain dengan 10 pemain, karena membuat banyak ruang bebas untuk para penyerang," simpul Ibra.

Del Neri: Kami Gagal Ubah Permainan

Absennya sebagian pemain andalan di lini depan menyulitkan Juventus mengimbangi permainan Udinese.

goal.com
Zapata (U), Alessandro Del Piero (J) - Juventus-Udinese - Serie A (Getty Images)
Juventus kembali menelan kekalahan di kandang sendiri. Sempat unggul lebih dulu, Juve akhirnya dipaksa menyerah 2-1 oleh Udinese di pertandingan Serie A Italia, Senin (31/1) dinihari WIB. Pelatih Luigi del Neri mengakui dengan 'pemain yang tersisa', sulit bagi Juve untuk mengubah pertandingan.

"Bila kami lebih berhati-hati, kami tentu tidak akan kebobolan. Tapi dengan pemain yang ada seperti sekarang ini, kami sulit mengubah permainan," ujar Del Neri.

Dalam duel itu, Bianconeri unggul lebih dulu melalui Claudio Marchisio. Namun, Udinese mampu membalikkan keadaan setelah Cristian Zapata dan Alexis Sanchez menaklukkan kiper Gianluigi Buffon.

"Kami gagal mengubah permainan yang berlangsung. Kami akan melakukan evaluasi dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki tim," jelasnya.

Juve kehilangan banyak pemain andalan yang cedera, terutama di lini depan. Akibatnya, hanya Alessandro del Piero yang tersisa. Selain Del Piero memang masih ada Jorge Martinez.

Juve sesungguhnya membutuhkan pemain baru. Meski demikian, Juve tak terlalu aktif berburu pemain. Padahal, bursa transfer pemain segera berakhir. Rencana mendatangkan striker Cagliari Alessandro Matri tampaknya juga gagal.

"Penting bagi kami untuk memiliki opsi di lini depan. Saat ini, kami tak memiliki pemain yang bisa memberi kontribusi. Kami tak punya daya untuk mengubah permainan," jawab Del Neri lagi.

Di Resta Tak Mau Gagal

sports.okezone.com
Foto: Paul di Resta/Reuters
SILVERSTONE – Paul di Resta siap membuat kejutan di ajang Formula One (F1) 2011. Di Resta mengaku tak ingin mengikuti jejak Jenson Button yang gagal pada percobaan pertama.

Ya, Di Resta menjadi pembalap Britania Raya ketiga setelah Button dan Lewis Hamilton di ajang F1 musim ini. Kini, pembalap anyar Force India tersebut bertekad tidak mau membuat kesalahan seperti Button yang gagal pada percobaan pertama.

“Anda pasti akan membuat kesalahan. Sebab, saya hanya seorang manusia biasa,” demikian kata Di Resta mengomentari menjadi pembalap F1 sebagaimana dikutip Sportinglife, Minggu (30/1/2011).

“Namun, selama anda tidak melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, maka anda pasti akan senang,” lanjut pembalap 24 tahun tersebut.

“Kami bukan mesin. Bahkan, mesin juga bisa mengalami kegagalan,” tandas pembalap yang memulai karier di ajang Karting tersebut.